Hayu Latihan Sabtu!

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Mudah-mudahan adik-adik belajar banyak dari setiap Latihan Sabtu. Walau hanya sebentar, tapi prinsip-prinsipnya semoga bisa nempel.

Dari awal latihan, kita berkumpul membentuk angkare. Berbaris satu saf membentuk huruf U. Angkare ini perlambang adik-adik ketika memasuki usia Penggalang sudah mulai terbuka pemikiran-pemikirannya. Berbeda dengan Siaga yang berkumpul membentuk lingkaran, melambangkan mereka masih terpusat kepada bunda/yandanya.

Latihan selalu dimulai dengan upacara dan berdoa. Di pertemuan berikutnya kita akan berlatih membuat tiang bendera dan upacara pasukan penggalang. Tentu bentuknya berbeda dengan upacara rutin hari Senin di sekolah. Upacara pasukan penggalang itu hening, hanya ada instruksi sedikit saja.

Selesai berkumpul, adik-adik mendapatkan materi yang dicatatkan di buku merah-putih. Buku merah-putih dan SKU adalah nyawa kedua adik-adik di Pramuka, jagalah dengan sepenuh hati. Ayo siapa yang belum mulai mengujikan SKU-nya? Semua kegiatan Pramuka syaratnya adalah ketuntasan SKU. Ayo semangat tingkatkan kecakapanmu!

Kegiatan di alam terbuka, yang menantang, adalah ciri khas kegiatan Pramuka. Karena kita tinggal di perkotaan, maka minimal kita bisa melakukan jelajah kota. Mengenal lebih dekat Kota Bandung tercinta.

Dengan kegiatan di luar kelas, fisik adik-adik akan terlatih. Begitu juga dengan indera adik-adik. Berlatih meningkatkan kesadaran akan lingkungan tempat dirimu berada, awas saat ada bahaya, berlaku sopan saat bertemu orang lain, serta menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan. Adik-adik pun berlatih mengenal arah, mengenal jalan-jalan yang dilalui, dan tahu apa yang harus dilakukan saat tersesat.

Namun yang utama dari kegiatan di luar adalah semangat regu dan pasukan. Saat berjalan bersama dengan teman-teman. Saling membantu dan saling mengingatkan. Berdiskusi, bercanda, dan makan-makan bersama regu/pasukan selalu menyenangkan.

Hari ini adik-adik melihat langsung, bagaimana kondisi Sungai Cikapundung di tengah kemarau panjang. Lalu bagaimana kebersihan dari daerah aliran sungai tersebut. Adik-adik juga melihat bagaimana kehidupan warga yang hidup di tepian Sungai Cikapundung.

Ternyata masalah sampah ini sangat pelik. Sampah-sampah yang kita hasilkan turut serta mengotori sungai yang menjadi sumber utama PDAM Kota Bandung. Maka kurangilah makanan berkemasan plastik, karena walaupun kita sudah membuangnya di tempat sampah, tapi adik-adik harus ingat, bahwa sampah plastik itu tidak akan terurai bahkan setelah ratusan tahun. Jadi bayangkan, kalau adik-adik banyak jajan pakai plastik, setelah adik-adik meninggal dunia, maka adik-adik tidak akan bisa meninggal dengan tenang, karena sampah adik-adik tersebut tidak terurai selama ratusan tahun.

Oleh karena itu, kakak senantiasa mengajak adik-adik untuk membawa bekal makan dan minum sendiri. Karena kakak ingin kita dapat dengan utuh mengamalkan Dasadarma ke dua, Cinta Alam dan Kasih Sayang Sesama Manusia.

Selamat berakhir pekan! Sampai bertemu lagi di Latihan Sabtu berikutnya! 🙂

Gerakan Pramuka Gugusdepan Kota Bandung 13007-13008 Panduputra-Nagagini Pangkalan SMP Negeri 13 Bandung.

Tagged with: , , ,
Ditulis dalam Latihan Rutin, Pasukan Christina Martha Tijahahu, Pasukan Sam Ratulangi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Sekali Memandu! Tetap Memandu!

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Bergabunglah dengan 1.322 pengikut lainnya

Arsip
Kategori
%d blogger menyukai ini: