17 Juli

lattu_juli2019

17 Juli 1967, 52 tahun yang lalu Gugusdepan Basis SMPN 13 Bandung resmi berdiri. Kala itu tentunya saya belum bergabung. Saya bergabung dengan Gugusdepan Pramuka SMPN 13 Bandung pada tahun 1995, saat saya duduk di kelas 2 SMP (sekarang setara kelas 8). Nomor gugusdepan pun sudah berubah. Dulu hanya dua digit saja, Gugusdepan 31 untuk putra dan Gugusdepan 32 untuk putri. Kemudian berubah menjadi 166-167, lalu berubah menjadi empat digit 1111-1112, dan terakhir menjadi 13007-13008. Angka 13 menandakan gugusdepan yang berada di wilayah Kwartir Ranting Lengkong (Kecamatan Lengkong), lalu nomor urutnya 007 untuk satuan putra, dan 008 untuk satuan putri.

Setelah menuntaskan masa penggalang, saya kembali melanjutkan kegiatan kepramukaan di SMPN 13. Masa penegak adalah masa yang menantang buat saya, karena panjang sekali waktunya, dari SMA hingga awal kuliah (usia 16-20 tahun). Tapi berkatnya saya belajar banyak sekali, khususnya mengenai bagaimana kehidupan berorganisasi, dan belajar memiliki keahlian yang hingga kini selalu menjadi penyelamat saya (mendesain dan mencetak buku).

Memasuki usia 20an, saya memutuskan untuk menjadi pembina, saya mengikuti Kursus Mahir Dasar, dan lalu lanjut Kursus Mahir Lanjut. Saya ingat waktu itu tahun 2006, saya lulus Kursus Mahir Lanjut golongan penggalang, sewaktu masih kuliah di jurusan Matematika Unpad. Tentunya banyak sekali pengalaman dari tahun-tahun saya membina di gugusdepan. Saya ingat satu masa harus membina satu angkatan (kurang lebih 200 orang), lalu juga pernah ada tahun-tahun tidak ada peserta didik yang menjadi anggota.

Melihat perkembangannya saat ini, saya seringkali khawatir, bagaimana kalau misal tidak ada yang bisa meneruskan kegiatan kepramukaan di SMPN 13? Bagaimana kalau sejarah gugusdepan yang panjang itu hilang begitu saja?

Karena dulu setelah lulus SMP lalu masuk SMA, maka anak-anaknya tetap kembali berlatih pramuka di 13. Adik-adik melanjutkan menjadi penegak, lalu pembina. Namun kini, karena di setiap SMA itu wajib ada pramuka, adik-adik jadi sulit untuk kembali ke 13. Akibatnya, sampai saat ini belum ada yang melanjutkan menjadi pembina pramuka di 13.

Walaupun demikian, saya sangat bersyukur, semua tetap mendukung kegiatan kepramukaan tetap berjalan di SMPN 13. Dari mulai kepala sekolah, wakasek kesiswaan, guru-guru, hingga penjaga sekolahnya. Kemudian para mantan anggota yang senantiasa mendukung, dan terakhir tentu saja adik-adik terkasih, yang setiap Sabtu, rela menghabiskan waktunya, berlatih dan bermain bersama, antusias dan penuh semangat! Tidak peduli yang hadir latihan banyak ataupun sedikit. Terima kasih, semoga Gudep KB 13007-13008 dapat terus menumbuhkan tunas-tunas bangsa.

Sekali memandu! Tetap memandu!

13007-13008!
Tidak takut salah
Tidak takut kalah
Tidak takut jatuh
Tidak takut mati
Takut mati jangan hidup
Takut hidup mati sekalian

Gerakan Pramuka Gugusdepan Kota Bandung 13007-13008 Panduputra-Nagagini Pangkalan SMP Negeri 13 Bandung.

Tagged with: , , , ,
Ditulis dalam Latihan Rutin, Pembina, Sejarah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Sekali Memandu! Tetap Memandu!

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Bergabunglah dengan 1.322 pengikut lainnya

Arsip
Kategori
%d blogger menyukai ini: