Eksplorasi Cicalengka – Padalarang dengan KRD

Dua-an ge mahi. Perjalanan panjang hari ini dimulai dari 8:15 di Palasari. Menunggu angkot 23 (Cikudapateuh-Ciroyom), kami naik terus turun di Kosambi, tepatnya di kembang sepatu. Tampak dari para PKL yang jualan sepatu-sepatu kw.

Sampai di Stasiun Cikudapateuh, ternyata jadwal kereta yg terdekat adalah ke Cicalengka. Jadi kami putuskan ke timur dulu saja.

8:48 kereta tiba. Tepat waktu. Ketemu Farhan juga disana.

Di kereta adik-adik diminta untuk mencatat semua stasiun yang dilalui beserta ketinggiannya dari permukaan laut.

Cikudapateuh – Kiaracondong – Gedebage – Cimekar – Rancaekek – Haurpugur – Cicalengka…

9:39 tiba di stasiun Cicalengka.

Melihat waktu tampaknya harus bergegas karena jadwal kereta berikutnya pukul 10:45.

Keluar stasiun kami lanjutkan berjalan kaki menuju satu tempat peninggalan zaman kemerdekaan yang kini menjadi GOR. Pukul 10:00 kami tiba di lokasi. Di atas pintu masuk terdapat tulisan Gedung Pertemuan Rakyat Siliwangi. Persis di depan pintu masuk terdapat monumen yg dipuncaknya ada Garuda dan di bawahnya ada relief bom.

Tempatnya sudah tidak terawat. Tempat tersebut jadi saksi sewaktu agresi militer Belanda, dimana konon ada 9 bom yang jatuh di sana tapi ajaibnya tidak meledak. Satu-satunya gedung arsitektur Belanda yg masih ada di sana selain Stasiun Cicalengka.

IMG_20170422_101428.jpg

Cicalengka juga pernah jadi saksi kegagalan DI/TII pimpinan Kartosuwiryo. (Ini kisah pemberontakan legendaris, kala Indonesia belum lama merdeka. Mereka ingin mendirikan negara Islam. Dan saat itu sangat sulit dilawan. TNI harus bekerja sama dengan rakyat, barulah bisa ditumpas. Kini organisasi-organisasi serupa DI/TII kembali menguat, contohnya seperti ISIS dan organisasi lainnya).

Saat semua desa dibakar, Masjid Agung Cicalengka jadi satu-satunya masjid dan daerah yang selamat. Konon itu karena di sini ada salah satu markas yonif Siliwangi.

Sayang warga disini sudah tidak ada yang tahu sejarah kotanya seperti apa. Terbukti saat adik-adik mencoba wawancara tidak ada yang bisa bercerita banyak. Ya mirip-mirip dengan warga Bandung lah.

Waktu sudah menunjukkan 10:25, saatnya melanjutkan perjalanan.

Perjalanan panjang menuju Padalarang dimulai. 10:45 kereta berangkat. Sepanjang jalan saya bercerita mengenai keunikan kereta api di Indonesia.

Jika adik-adik coba cari sejarahnya, kereta api di Indonesia, di Jawa khususnya, adalah milik perusahaan-perusahaan swasta Eropa. Mereka datang membangun jaringan kereta api untuk memudahkan mengangkut hasil sumber daya alam di Jawa.

Kala itu setiap perusahaan memiliki lebar rel yang berbeda-beda. Ada yg 1 m ada yg 1,5 m. Standar internasional lebar rel adalah 1,5 m. Tapi di Indonesia setelah merdeka dan semua aset kereta tersebut di ambil alih, semua jalur rel dibuat lebarnya 1 m. Mengapa? Karena biar murah tentu saja. Mahal pisan kudu bikin rel menembus pegunungan-pegunungan di Jawa. Hehe

Cikudapateuh – Bandung – Ciroyom – Cimindi – Cimahi – Gadobangkong – Padalarang

Ngobrol ngalor ngidul, makan siang, Shihab nangis karena lama di jalan, dan sedikit cerita horor… (Kenapa ya hantu-hantu itu banyaknya berwujud wanita? Hehehe)

12:23 kami tiba di Padalarang…

Disini rada riweuh, melihat jadwal, jam keberangkatan berikutnya menuju Bandung adalah 13:55 dan ada lagi pukul 15:25. Bahaya mun telat balik deui.

Saya putuskan di Padalarang untuk ke Kota Baru Parahyangan. Indra sempet ngusulin ke Ciburuy, gratis katanya, karena ada saudara kerja di sana. Tapi terlalu jauh dan macet kalau kesana.

Jadi sambung angkot dan jalan kaki kami menuju Kota Baru Parahyangan. Menuju Gedung Puspa IPTEK, yang berupa jam matahari (sun dial) besar.

Cukup mahal ternyata tiket masuknya. Tapi sayang sudah sampai kalau nggak masuk.

Shihab seneng lari-lari. Tapi pas masuk langsung rewel. Ada patung Albert Einstein dekat pintu masuk yang bikin dia rungsing.

Tempat yang menarik, yang belum kesana kudu nyoba. Ada banyak barang-barang keren. Bisa nyobaan make sapedah jalan di atas tali, duduk di atas paku, game puzzle, jeung aya kursi putar 360°.

Jam 13:00 hujan turun. Terus menderas. Curiga teu bisa balik lagi ke stasiun.

20170422_203919-COLLAGE

Beres Dzuhur Alhamdulillah raat.

Tapi angger moal kaburu…

14:00 di perempatan terpadat di dunia. Cimahi – Padalarang – Kota Baru Parahyangan – Pintu Tol Padaleunyi. Hehehe

Keputusan jadi mending pake bis Ciburuy – Alun-alun. Daripada nungguan kereta berikutnya jam setengah 4.

Alhamdulillah teu lila bis datang. Ngan pinuh. Jadi kudu nangtung. Teu lila Shihab sare, riweuh gening mangku budak sare di bis bari nangtung teh.

Jadi mending lesehan we lah meh teu cangkel. Si Indra milu diuk terus sare. Si Raisha uyuhan nangtung terus nepi Bandung.

15:30 nepi oge di alun-alun. Setelah doa penutupan. Barudak bubar.

Detail ongkos:
Angkot Cikudapateuh-Ciroyom: 3,000
KRD Cikudapateuh – Cicalengka: 4,000
KRD Cicalengka – Padalarang: 5,000
Angkot Padalarang – Kotabaru: 3,000
Tiket masuk Puspa IPTEK: 20,000
Bis Ciburuy – Alun-alun: 10,000

Pengalaman: duka sabaraha hargana

Nuhun ka sadayana. Diantos di lattu berikutna :))

Gerakan Pramuka Gugusdepan Kota Bandung 13007-13008 Panduputra-Nagagini Pangkalan SMP Negeri 13 Bandung.

Tagged with: , , , , ,
Ditulis dalam Kunjungan/Karyawisata, Latihan Rutin, Pasukan Christina Martha Tijahahu, Pasukan Sam Ratulangi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Sekali Memandu! Tetap Memandu!

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Bergabunglah dengan 1.300 pengikut lainnya

Arsip
Kategori
%d blogger menyukai ini: