Menjelajahi Batu Kuda

[Mungkin lebih tepatnya perkemahan, tapi kami juga menjelajah]

SALAM PRAMUKA! Kenalkan saya Entity Nur Layla atau lebih akrab dipanggil Layla atau NTT. Saya adalah pimpinan regu Anggrek di Pramuka 13 Gugusdepan Nagagini 13008.

Menjelang keberangkatan ke Batu Kuda, regu saya diharuskan menyiapkan banyak hal, mulai dari Menyewa tenda sampai membuat menu makanan higga hari ketiga perkemahan. Saya sendiri tidak sibuk-sibuk packing, karena saya sudah punya penglaman berkemah, jadi sudah bisa packing walau mungkin masih berantakan.

Pada hari keberangkatan, saya pergi ke sekolah jam 8 pagi agar bisa mengambil tenda yang kami sewa, alhasil saya terlambat ke sekolah. Para anggota pramuka, termasuk saya, memakai seragam pramuka sejak pagi. Kami menunggu hingga waktu berangkat tiba, sayangnya kami telat dari waktu berangkat yang telah ditetapkan.Walau begitu kami tetap menikmati perjalanan.

Sesampainya disana hari sudah malam, kira-kira sudah jam 7. Kami memasang tenda di kegelapan malam dengan penerangan seadanya. Kami makan dan juga shalat. Waktu tidur kami dari jam 10.00 malam hingga 4.30 pagi. Selama itu, ada yang melakukan korve malam/jaga malam.

Pagi pertama, setelah shalat, olahraga pagi, dan membersihkan diri, kami pergi hiking ke Batu Kuda. Dari situ, kami melanjutkan perjalanan menjelajahi hutan mencari jalan ke puncak gunung Manglayang, sayangnya kami salah jalan dan masuk ke hutan bambu yang ternyata adalah jalur evakuasi. Akhirnya kami kembali. Setelah shalat, makan siang, dan menyelesaikan beberapa tugas, yaitu menanyakan tentang batu kuda ke penduduk sekitar dan membuat laporan, kami membersihkan diri dan mempersiapkan makan malam. Malam itu ada acara api unggun, pada api unggun setiap regu disuruh untuk menampilkan 1 drama pantomim, setelah itu kami menyanyikan lagu api unggun, sayangnya apinya tidak begitu besar, sehingga tidak begitu menghangatkan. Pada jam 9.30 malam, semua pergi ke tenda masing-masing kecuali mereka yang mendapat bagian korve/jaga malam.

Pagi hari berikutnya, hari terakhir kami berkemah, pada hari ini setelah melakukan aktivitas pagi,  kami diperbolehkan untuk menjelajah kemana kami mau, akhirnya regu saya bersama beberapa regu lainnya menjelajahi rute Manglayang, beberapa di antara kami berhasil naik ke puncak bayangan, beberapa lagi meneruskan hingga 1 km dari puncak Manglayang, sedang sisanya tidak kuat berjalan dan kembali ke tempat berkemah, walaupun sesungguhnya ada juga teman-teman yang tetap berada di tempat berkemah dan tidak ikut menjelajah. Setelah membuat laporan, makan siang, packing, dan operasi semut, kami pun akhirnya mengucapkan selamat tinggal kepada areal hutan Batu Kuda.

Perjalanan pulang sama menyenangkannya dengan perjalanan berangkat, walau ada beberapa kendala, kami berhasil sampai ke pangkalan dengan selamat.

TAK KENAL RINTANGAN

PRAMUKA TAK KENAL RINTANGAN

MESKI JALAN PENUH HALANGAN

KAN HILANG DI DALAM HATI YANG RIANG

PRAMUKA TAK KENAL RINTANGAN

Dalam perkemahan ini saya belajar untuk lebih berani dan optimis. Kami juga diajarkan untuk terus berusaha apapun rintangan dan kendala yang kami hadapi.

Sayangnya, perkemahan ini terasa terlalu sebentar, beberapa orang masih sering berkeluh kesah dan berteriak tidak jelas, juga masih banyak sampah yang berserakan. Kita harusnya bisa lebih tenang, namun tetap bersenang-senang.

Walaupun begitu, ada 2 pengalaman paling menarik, pertama adalah ketika kami masuk ke jalur evakuasi. Disana kami menemukan banyak kendala, sehingga hanya 2 orang yang berhasil naik cukup tinggi di jalan yang sangat curam itu, yaitu saya dan Kahfi Adha dari regu Elang. Yang kedua adalah ketika acara api unggun selesai, ketika acara api unggun api bisa tergolong kecil, namun ketika acara api unggun selesai dan semua masuk tenda terkecuali mereka yang korve malam, kebetulan saya mendapat bagian korve awal, api membesar sehingga sangat menghangatkan, hanya saya dan teh Rina perempuan dalam korve malam jam awal tersebut. Kami bernyanyi-nyanyi. Ka Dachyar ketua Gudep Panduputra 13007, mengajarkan sebuah lagu.

layla-1 layla-2 layla-3 layla-4 layla-5 layla-6 layla-7

Gerakan Pramuka Gugusdepan Kota Bandung 13007-13008 Panduputra-Nagagini Pangkalan SMP Negeri 13 Bandung.

Tagged with: , , , ,
Ditulis dalam Pasukan Christina Martha Tijahahu, Pasukan Sam Ratulangi, Perkemahan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Sekali Memandu! Tetap Memandu!

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Bergabunglah dengan 3 pengikut lainnya

Arsip
Kategori
%d blogger menyukai ini: