Kemah Puntang

1420370517362Salam Pramuka!

Kali ini saya akan menceritakan kegiatan regu kami saat kemah di Puntang. Hari Jumat, 19 Desember 2014 setelah sholat Jumat dan memastikan barang-barang regu, kami melakukan perjalanan menuju Puntang sekitar jam 2 dengan menggunakan angkot.

Perjalanan lumayan lancar walau hujan deras, setiba di Puntang kami membayar tiket masuk dan menuju tempat kemah dengan berjalan kaki. Itu benar-benar melelahkan, kami pun beristirahat di warung di dekat lokasi camp, disana kita sholat ashar dulu dan menunggu hujan reda. Setelah agak reda, kami melanjutkan perjalanan, setelah tiba di tempat camp, kami membangun tenda walau masih hujan, kami membangun dengan cara 2 orang memegang ponco untuk melindungi tenda dari hujan, dan 2 orang membangun tenda. Total dari semua tenda ada 3 dan ternyata 2 tenda itu adalah tenda untuk refresing sehingga tenda tersebut bocor dan 1 tenda harus ditinggalkan karena bocornya tak dapat ditampung lagi. Untuk memasak kami membuat bivoak dengan ponco agar tidak kebasahan. Dua tenda dan satu bivoak pun berdiri menantang hujan malam itu.

Ketika maghrib tiba kami pun sholat dan melanjutkan membuat nasi untuk makan malam. Itu cukup sulit karena kami memasak dalam keadaan hujan deras, kami membuat menu yang sangat sederhana karena kami tidak dapat memasak dengan leluasa. Kami membuat menu nasi mentega, dengan nasi hangat memakai mentega ditambah kecap dan diberi abon. Bagi kami itu sudah cukup nikmat. Setelah nasi matang kami pun makan dan sholat isya, kami pun kembali ke tenda masing-masing.

Kegiatan awal kami menonton anime dari hp, lalu kami pun tidur dan ternyata bangun kembali jam 10. Kami pun tak bisa tidur lagi dan melanjutkan menonton hingga jam 12, kami mendengarkan Nightmare Side yang telah didownload sebelum camping. Secara tidak sadar kami tertidur sambil duduk dan akhirnya kembali tidur dengan benar setelah sebagian anggota regu kembali ke tendanya. Kami pun bangun jam 3 dini hari, dan sambil menunggu kami berkunjung ke tenda temanku yang ditempati 4 orang. Kami mendengarkan Nightmare Side bersama sampai jam setengah 5 dan sholat subuh.

Kami memasak nasi goreng dari nasi sisa kemarin dan menanak nasi lagi dengan menu seperti kemarin malam. Setelah makan bersama, kami menjemur barang-barang kami yang basah. Lalu setelah bersih kami memindahkan tenda ke tempat yang lebih aman supaya tenda tidak kebanjiran lagi.

Setelah selesai memindahkan tenda dan membereskan barang-barang, kami pergi untuk melihat air terjun. Sebelum pergi ke lokasi air terjun kami mengunjungi sungai untuk melihat batu yang dinamakan dengan “Batu Tapa”. Nah dari sini lah perjalanan kami dimulai, setelah mengambil gambar dari batu tapa kami melanjutkan perjalanan menuju lokasi air terjun. Saat diperjalanan kami sempat dicegat oleh mahasiswa yang ospek disana, dia bertanya “mau kemana?” kami bilang “kami mau ke curug”. Kami pun diperbolehkan melanjutkan perjalanan tetapi mahasiswa itu membatasi waktu untuk berkunjung ke air terjun yaitu sampai pukul 12 siang. Mahasiswa itu bilang jika ingin pergi ke lokasi air terjun ambil jalan bawah. Kami pun melanjutkan perjalanan, kami mengikuti jalan yang searah dengan datangnya aliran sungai, karena ini musim hujan maka jalannya pun menjadi licin. Singkat cerita kami menemukan tempat yang mirip dengan bendungan, dari situ jalannya terus menanjak dan curam. Kami berhenti untuk beristirahat, dan air minum yang kami bawa sudah hampir habis. Kami memutuskan untuk menghentikan perjalanan, karena jalan yang ditempuh cukup berbahaya. Kami pun berjalan pulang menuju lokasi tenda.
Rasanya perjalanan pulang lebih cepat dibandingkan saat pergi. Setelah sampai di tenda, kami beristirahat sejenak dan bersiap untuk memasak makan siang.

Karena sudah masuk waktu dzuhur jadi sebelum memasak kami sholat terlebih dahulu. Menu makan siang kali ini adalah sop. Kami membagi tugas, ada yang membuat sop, ada yang menanak nasi, dan ada yang memasak air. Alhamdulillah nasi kali ini tidak gigih, rasa sopnya juga enak. Setelah makan siang kami bersantai sambil menonton lupus di tenda.

Tak lama kemudian Pembina memanggil kami dan mengajak kami untuk pergi ke Goa Belanda. Kami pun bersiap untuk pergi ke Goa Belanda, sebelum menuju lokasi goa kami sempat pergi ke reruntuhan bangunan Belanda dan mengambil beberapa foto dari reruntuhan tersebut. Sesampainya di depan goa, kami membuat 2 banjar dan menyiapkan senter karena goa tersebut sangat gelap. Kami pun masuk kedalam goa, keadaan goanya cukup basah karena ada tetesan-tetesan air dari atap goa. kami berjalan terus, lalu belok kiri, belok kanan, disini ada jalan bercabang kami mengambil jalan ke kiri, banyak sekali kelelawar yang sedang bergelantungan di atap goa, kami berjalan terus dan berbelok ke kanan, ternyata jalan yang bercabang tadi memiliki ujung yang sama, nah dari sini kita bisa melihat jalan keluar yang menanjak dan agak pendek, keadaan jalan ini cukup licin. Kalau dipikir kembali bentuk dari goa ini menyerupai huruf U. Setelah keluar dari goa kami duduk di batang pohon dan batu yang terdapat di depan goa untuk mendiskusikan kira-kira apa fungsi dari goa ini. Kami heran mengapa atap goa ini begitu pendek sementara orang belanda rata-rata memiliki badan yang tinggi. Jangankan orang belanda kami saja harus sedikit menunduk di beberapa bagian goa itu.

Setelah selesai berdiskusi kami kembali ke tenda. Dalam perjalanan kami ingat bahwa parafin yang kami bawa tidak akan cukup, maka kami pun mengambil minyak tanah dari alat penerangan di sekitar jalan setapak. Sesampainya di tenda kami bergegas shalat dan beristirahat sejenak. Kami tidak melakukan kegiatan diluar lagi karena hujan kembali turun.

Waktu makan malam pun datang, karena parafin yang kami miliki hanya tersisa sedikit kami menggunakan kayu bakar dengan bantuan minyak tanah untuk memasak. Sulit sekali menyalakan api karena kayu bakar basah terkena air hujan. berulang kali kami mencoba, dua orang mengipasi, satu orang menjaga api. Bergantian kami melakukan itu, berulang-ulang kali. Kami sangat kelelahan, apalagi kami hanya berlima karena 2 orang diantara kami ada yang tidur dan sulit sekali untuk dibangunkan. Tak terasa sudah lebih dari 1 jam kami berusaha membuat api, dan akhirnya Kang Braja menyuruh kami menggunakan sisa parafin untuk memasak. Dengan menggunakan parafin kami pun dapat memasak makan malam yaitu makanan sejuta umat, MIE REBUS.

Tak terasa hari sudah malam, jam telah menunjukan pukul 10.00, kami membagi jadwal untuk jaga malam. Fauzan & Naufaldy di awal, Nabhan & Abdillah selanjutya, lalu Yassar, Rizal, dan Silmi di akhir. Semua orang tertidur pulas kecuali Fauzan dan Naufaldy yang memang bertugas jaga malam pertama, dan tidur saat yang lain memasak makan malam. Lalu dilanjutkan dengan jaga malam oleh Nabhan & Abdillah. tetapi jaga malam tidak berjalan lancar, Nabhan hanya berjaga sendiri sementara Abdillah tertidur. Nabhan yang sangat mengantuk pun tertidur di pintu tenda. akhirnya jaga malam hanya berjalan setengahnya, sementara setengahnya lagi yah tidak ada yang menjaga.

Pagi pun tiba, Kang Braja heran mengapa tidak ada yang berjaga. Kami yang bejaga di akhir heran mengapa tidak ada yang membangunkan. Kami pun bergegas shalat dan memeriksa barang-barang, takutnya ada barang yang hilang. Setelah diperiksa, ternyata tidak ada barang yang hilang semua aman.
Sekarang waktunya membuat sarapan, awalnya kami bingung bagaimana kami membuat sarapan karena parafin yang sudah habis. Ternyata Kang Braja menyembunyikan sebungkus parafin dan menyuruh kami untuk mencarinya. Saat sedang mencari parafin kami melihat sekelompok mahasiswa sedang membuang minyak tanah dalam alat penerangan. Dalam hati kami berkata, ”Ah, tau gitu kita ambil aja tuh minyak tanah, dari pada dibuang.”. Tak lama kemudian kami berhasil menemukannya, kami pun bergegas memasak sarapan. Menu sarapan kali ini sangat enak, karena makan kali ini adalah makan pengabisan bahan, ada 3 kaleng sarden ditambah satu bungkus TAHU SUTRA SUSU. Apalagi nasi kali ini tidak gagal seperti di awal. Semua menyantap sarapan dengan semangat hingga tak tersisa.

Setelah selesai sarapan, kami memutuskan untuk bermain di sungai. Ramai sekali orang di sungai, maklum hari ini hari minggu. Air sungai yang dingin serta arus yang menghantam bebatuan menambah asik untuk kami. Saat sedang asyik bemain air tiba-tiba saja ada orang yang mengajak berfoto, yah tentu saja kami tidak menolak. Tak terasa hampir 2 jam kami di sungai, kami pun kembali ke tenda untuk mandi dan packing kembali barang-barang.

Awalnya kami berencana untuk pergi ke curug setelah packing, karena kemarin tidak sampai. Tetapi karena waktu yang tidak memungkinkan kami pun membatalkan rencana itu. Jam 11 kami selesai packing, dan membereskan area kami mendirikan tenda. Kami pun turun ke bawah dan menunggu Angkot carteran kami datang. 1 jam kami menunggu di warung sembari jajan-jajan. Akhirnya angkot pun datang sekitar jam 12. Kami pun masuk ke dalam angkot dan pulang.

Di perjalanan hampir semua orang dalam angkot tertidur, maklum lah kecapean+angin sepoy-sepoy dari jendela. Baru setengah perjalanan kami dihadang oleh banjir, hujan besar yang melanda Bandung membuat daerah Bale Endah, dan Bojongsoang terendam banjir. Di perjalanan kami melihat beberapa posko pengungsian. Selain itu kami juga melihat suatu wilayah yang terendam banjir sangat tinggi, sampai harus menggunakan perahu. Kami harus bersyukur, nasib kami masih lebih beruntung dari mereka.

Tak terasa kami pun telah sampai di SMPN 13 sekitar pukul 2 siang. Kami semua merasa sangat lelah, tapi semua itu terbayar dengan pengalaman yang sangat berharga dan mengasyikan.

Biaya:
Camp fee 3 hari Rp 20.000 per orang
Angkot carter Bandung-Puntang PP Rp 300.000

Gerakan Pramuka Gugusdepan Kota Bandung 13007-13008 Panduputra-Nagagini Pangkalan SMP Negeri 13 Bandung.

Tagged with: ,
Ditulis dalam Pasukan Sam Ratulangi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Sekali Memandu! Tetap Memandu!

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Bergabunglah dengan 3 pengikut lainnya

Arsip
Kategori
%d blogger menyukai ini: