Photography

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

8 Februari 2014 pukul 16.00 WIB, sudah saatnya upacara pembukaan latihan sabtu dimulai. Tetapi, Saya (Encep), Prima, Kang Raihan, kang Braja, teh Santi,  Biyya dan Wiwid masih menunggu anggota yang belum hadir. 5 menit berlalu, dan tidak ada satu orang pun yang datang. Jadi kami langsung saja memulai upacaranya dengan sedikit berbeda. Dengan tambahan yaitu sandi ambalan setelah Dasa Dharma. Untuk latihan sabtu kali ini yaitu Photo Jurnal yang katanya akan dibantu oleh temannya teh santi, kang Rano. Setelah upacaranya beres, kami langsung menuju ke kelas untuk pembahasan foto – foto yang dikirim sebelum Latihan Sabtu. Dan ternyata, kelas yang dipakai sangatlah begitu amat berantakan. Tentu saja kami tidak tinggal diam untuk membersikan kelas terlebih dahulu. Setelah semua sudah siap dan duduk ditempat yang telah disediakan, kami memulai pembahasan tanpa kang Rano. Tak lama kemudian, Mila muncul dari arah pintu, kami pun melanjutkan pembahasannya.

Sekitar pukul 17.00 WIB, teh Widya dan teh Widi datang.  Photographer yang dijanjikan yaitu Kang Rano belum hadir juga, jadi salah satu dari kami menjelaskan tentang foto –foto yang diambil  dan membahas apa kekurangan dan kelebihannya. Setelah itu, kami mendengarkan cerita dari kang Raihan tentang kameranya.  Permainan dari kang Braja dimulai setelah cerita dari kang Raihan. Karena tema pada bulan kali ini adalah jurnalistik, jadi kami membuat sebuah cerita dari foto teh Rizqia yang didalam fotonya terdapat sebuah pohon yang memiliki bunga berbentuk hati. Dan juga ada anak SD-nya. Kami dibagi menjadi 2 kelompok yaitu Panduputra dan Nagagini. Diskusi tentang foto bunga berbentuk hati pun dimulai.

Kelompok saya, Panduputra, menceritakan seorang anak yang lahir dan tinggal di daerah tempat bunga tersebut. Tetapi saat anak itu masih anak-anak dia tidak terlalu peduli (peka) terhadap lingkungan sekitar. Bisa disebut dengan acuh tak acuh, setelah anak itu besar, dia kembali ke tempat itu. Dan dia mulai melihat lingkungan sekitar. Ternyata dia melihat ada seikat bunga yang berbentuk hati. Dia barulah sadar bahwa sesuatu akan terlihat indah bila dilihat dari sisi yang lain. Tapi, jangan terlena dengan keindahan tersebut. Karena keindahan tersebut akan jatuh ke tanah dan terkubur. Tamat. Begitulah cerita dari Panduputra.

Kelompok Nagagini pun tidak jauh berbeda dengan kelompok Panduputra. Setelah diskusi beres salah satu dari anggota kelompok menceritakan hasil diskusinya. Kelompok Nagagini menceritakannya dengan cerita sambung, jadi setiap orang mendapatakan giliran untuk bercerita. Kelompok Panduputra yang menceritakan hasil diskusinya oleh prima. Tetapi ceritanya dengan versinya sendiri karena sedikit berbeda dengan hasil diskusinya.

Permainan masih berlanjut yang tadinya membuat cerita dari foto, sekarang kebalikannya yaitu membuat foto yang bisa diceritakan. Yang temanya itu adalah lingkungan sekitar yang diambil dari kaskus.co.id,  tema dari situs tersebut sangat luas, oleh karena itu kang Braja mempersempit menjadi SMPN 13 Bandung. Permainan kedua dimulai dan Panduputra memulai hunting. Tadinya, kami ingin mengambil gambar mang Ade yang sedang memegang sepeda ontelnya. Namun yang ada hanya mang Dedi, jadi kami mengambil gambar meng Dedi yang memegang kunci dengan backgroundnya pintu gerbang. Awalnya kami ingin membuat cerita bahwa mang Dedi itu adalah penjaga sekolah yang selalu mejaga kebersihan sekolahnya. Namun, saya kurang jelas menceritakannya dikarenakan lupa. Dan saya dibantu oleh Prima yang ceritanya menjadi sekolah adalah penjara.

Untuk kelompok Nagagini, memutuskan mengambil sebuah video yang menceritakan ada seorang murid yang baru masuk sekolah dan dia mengikuti pramuka. Awalnya dia tidak memiliki teman, dan ketika dia mengikuti pramuka dia memiliki banyak teman dan sanggar pramukalah tempat ia berkumpul. Ya kurang lebih seperti itu. Permainan pun selesai, pada akhirnya sang photographer tidak hadir. Setelah kami membuat kesimpulan latihan dan membereskan kelas, kami kembali kesanggar tercinta. Dilanjut dengan mengobrol dan mengujikan SKU.

ditulis oleh: @feburyan

foto-foto oleh: anggota ambalan Panduputra-Nagagini

Gerakan Pramuka Gugusdepan Kota Bandung 13007-13008 Panduputra-Nagagini Pangkalan SMP Negeri 13 Bandung.

Tagged with: , , , ,
Ditulis dalam Ambalan Nagagini, Ambalan Panduputra, Kegiatan, Latihan Rutin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Sekali Memandu! Tetap Memandu!

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Bergabunglah dengan 3 pengikut lainnya

Arsip
Kategori
%d blogger menyukai ini: