Arung Jeram Bersama Riam Jeram

Jeram

Pukul 02.00 saatnya bangun dan bersiap menuju lokasi berkumpul, ya tanggal 1 Februari 2014, kegiatan yang diprediksi hanya akan menjadi wacana akhirnya dapat dilaksanakan. Pukul 03.30, saya sudah sampai lokasi berkumpul (rumah Biyya), tidak lama datang teh Santi dan kang Braja, Wiwid, Raihan datang namun gerbang belum juga dibuka, sepertinya yang punya rumah belum bangun.  Sambil terus mencoba menghubungi Biyya yang di asumsikan handphonenya sedang di charge, Dega dan Encep muncul kemudian, dan akhirnya seseorang keluar membukakan gerbang (bibinya Biyya).

Kegiatan saling menunggu berlanjut di dalam halaman Biyya, Kang Braja sibuk menghubungi travel, yang lain mengobrol ringan. Widya datang sambil membawa pastry isi apel dan kayu manis, tak lama Prima dan terakhir Mila datang juga, jadi semua sudah lengkap. Shalat Shubuh dilaksanakan di Masjid terdekat, setelah itu berpamitan dengan ibunya Biyya, dan langsung menuju travel yang disupiri oleh Pak Amu dan sudah menunggu di depan portal RS Muhammadiyah. Sekitar pukul 05.00 kami berangkat dengan sebelumnya berdoa yang dipimpin oleh Juru Adat (Encep), mobil lansung menuju ke lokasi penjemputan Teh Ami di daerah Kopo. Setelah Teh Ami bergabung berlanjutlah perjalanan kami menuju Sukabumi. Dalam Perjalanan saya banyak menghabiskan waktu untuk tidur, sedangkan Wiwid masih bercerita dengan Biyya dan Mila, sampai saya terbangun kembali mereka masih mengobrol asyik.

Perjalanan Bandung - Sukabumi

Perjalanan Bandung – Sukabumi

Sekitar pukul 9, mobil kami sudah hampir dekat dengan lokasi, Raihan sibuk dengan handphonenya untuk berkomunikasi dengan LO Riam Jeram di lokasi. Mengikuti instruksi dari sang LO (yang diketahui bernama Dede Banteng), tibalah kami di kantor Riam Jeram yang menjadi meeting point pertama. Disambut hangat oleh sang LO, kami diberi penjelasan, mengisi form, berbincang, sarapan, dan bersiap untuk dibawa ke start point. Setelah semua persiapan selesai, kami dibagi menjadi 2 tim (tim 1 : Saya, Widya, Teh Ami, Raihan, dan Dega; tim 2 : Mila, Biyya, Wiwid, Encep, Prima, dan Kang Braja; Teh santi pergi menyusul dengan LO), dengan menggunakan kendaraan yang telah disediakan  kami langsung menuju  start point yang ternyata cukup jauh dari meeting point pertama dan juga trek yang disebut oleh Widya ‘Arung Darat’.

Pukul 11 kami tiba di start point, diberi  perlengapan seperti dayung, pelampung dan helm, diberi penjelasan mengenai instruksi-instuksi yang akan diberikan ketika berarung jeram, yaitu: dayung maju-mundur, pegang tali, geser kanan-kiri, kembali, posisi boom. Juga diberi arahan mengenai apapun yang dapat terjadi saat kegiatan berlangsung dan serta cara mengatasinya sepeti jika terjatuh tidak boleh panik, jika menolong ditarik pelampung bagian bahunya, dan jika terbawa arus  posisikan punggung melawan arus tersebut. Penjelasan telah usai, diawali dengan berfoto (dengan GoPro yang  dipasanag di dayung Raihan) dan berdoa, kami siap bertempur dengan jeram-jeram yang ada!

Bersiap-siap Arung Jeram

Bersiap-siap Arung Jeram

Arung jeram di sungai Cicatih, Sukabumi, selain pemandangan sekitar yang masih alami, jeram yang ada pun sangat menantang, di sungai ini terdapat jeram dari grade II-IV dengan spesifikasi dan karakter jeram yang berbeda. Guide perahu saya (Mas Wawan) sangat proaktif dan komunikatif dalam menjelaskan dan bercerita baik mengenai sungai, sejarah mengenai setiap jeramnya, mengenai riam jeram, karakter sungai, hingga kebiasaan pengunjung yang berarung jeram. Jalur yang digunakan sepanjang 12 km dimana  terdapat 20 Jeram yang akan menghibur selama pengarungan dengan nama yang berbeda sesuai karakternya, ada yang bernama jeram ngehe, zigzag (jalur yang membuat kami cukup pasrah mengikuti arus deras sungai), rollercoaster (seperti namanya, jeram ini membuat kita seperti berada dijalur coaster), kuku patah (dimana tiga kuku saya benar-benar patah karena terjatuh dari perahu), asmara (dilambangkan pohon yang hidup diatas batu yang terdapat di jeram tersebut), jeram gigi (tempat kedua kalinya saya terjatuh), gerbang jeram, dan lain-lain. Satu persatu jeram-jeram dilalui, ketika terjatuh di salah satu jeram  yang perlu dilakukan adalah  mengikuti panduan yang telah diberikan sebelumnya dan pengarungan kembali dilakukan, tidak terasa hampir satu jam berlalu, kami menepi di rest area, disuguhkan gorengan dan kelapa muda (katanya agar kembali berstamina menghadapi 10 jeram selanjutnya). Setelah cukup beristirahat, kami kembali bersiap dan melanjutkan perjalanan. Kembali dihadapkan dengan jeram-jeram yang semakin lama semakin menantang, saya bencoba posisi lain ketika kembali berlayar, dengan harapan tidak kembali terjatuh ketika melewati tantangan selanjutnya yang ternyata tidak merubah apapun, saya terjatuh untuk kedua kalinya disalah satu jeram pada jalur ini (jeram gigi). Menurut saya  10 jeram pertama ternyata seperti ‘pemanasan’ dibanding jeram-jeram setelahnya. Kembali saya bertukar posisi dengan harapan yang sama, satu persatu bisa juga dilewati dengan aman walaupun kembali saya terjatuh untuk ketiga kalinya (lupa apa nama jeramnya). Dari ke-enam (termasuk guide) penumpang yang ada cukup heran mengapa hanya saya yang menjadi korban dalam perjalanan kali ini, meskipun tali pengaman selalu saya pegang meski belum diinstruksikan.

Melirik tim sebelah ternyata ada juga  insiden menarik, dimana Wiwid turun dari perahu berniat untuk menepi namun terbawa arus, lelah mencoba melawan arus untuk kembali ke perahu, akhirnya dia pasrah, melihat kejadian itu Encep tidak tinggal diam dan langsung terjun berniat menolong, namun ternyata kurang berhasil, karena Encep malah ikut hanyut terbawa arus bersama Wiwid. Tim rescue segera menolong dan menarik Encep dan Wiwid ke rescue boat, sejak itu jeram terkhir yang bernama asli jeram harga diri itu oleh tim Wiwid dikenang dengan nama ‘Jeram Mantan’.

DCIM100GOPRO

End Point sudah terlihat, perahu dibawa menepi, tidak lupa kembali mengabadikan momen yang ada sebelum berakhir. Terletak di Kampung Keram (sejenis penginapan) Teh santi sudah menunggu, oleh LO kami dipersilahkan untuk membersihkan diri dan istirahat makan siang. Selesai berkegiatan pribadi dan makan siang, kegiatan berlanjut dengan mencoba menembak target dengan airgun yang diisi paintball sekaligus memberi syarat untuk para Calon Penegak yang belum mendapatkan SKU dengan cara menembak minimal 1 kali mengenai target yang telah disediakan juga mendapat tantangan bila berhasil 3 kali mengenai sasaran akan mendapat topi (souvenir) riam jeram. Dari semua yang mencoba hasil yang didapat adalah Encep 2 poin, Biyya, Widi, Kang Braja  1 poin, dan yang lain ‘try again’. Sesuai perjanjian, Encep dan Biyya memperoleh SKU pada hari itu, juga topi tetap diberikan oleh Kak Syarief dan Kak Ely yang jaga untuk oleh-oleh. Selesai agenda kegiatan pada hari Sabtu ini dilanjutkan  evaluasi yang dilakukan ditempat, setelah itu langsung menju ke meeting point pertama tempat travel kami menunggu. Kami Shalat Ashar, berbincang sebentar, pamit dengan mas LO dan pihak riam jeram untuk pulang, saat itu sekitar pukul 5 sore, dan pukul 9 malam kami sudah sampai kembali ke Bandung.

note:  Selesai sudah perjalanan untuk mengawali bulan februari ini, harapannya segala hal yang menghambat pergi dibawa hanyut oleh sungai Cicatih dan menyisakan kenangan untuk dibawa pulang dan mengawali Bulan Februari dengan semangat yang baru.

Peta Menuju Lokasi

Peta Menuju Lokasi

Ditulis oleh: @widiagisni

Gerakan Pramuka Gugusdepan Kota Bandung 13007-13008 Panduputra-Nagagini Pangkalan SMP Negeri 13 Bandung.

Tagged with: , , , , , ,
Ditulis dalam Ambalan Nagagini, Ambalan Panduputra, Kegiatan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Sekali Memandu! Tetap Memandu!

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Bergabunglah dengan 3 pengikut lainnya

Arsip
Kategori
%d blogger menyukai ini: