Musyawarah Ambalan

Musyawarah Ambalan Panduputra Gugusdepan Kota Bandung 13007 dan Musyawarah Ambalan Nagagini Gugusdepan Kota Bandung 13008

Dewan Ambalan

Dewan Ambalan

Musyawarah ambalan ini diadakan setelah musyawarah ambalan yang terakhir dilaksanakan 4 tahun yang lalu. Musyawarah ambalan ini dihadiri oleh lima orang penegak bantara, tiga orang calon penegak, satu orang tamu penegak dan dua orang Pembina gugus depan. Musyawarah ambalan ini seharusnya dimulai pukul 14.00 WIB. Namun karena satu dan lain hal, musyawarah ini dimulai pukul 14.30 WIB.

Musyawarah ambalan ini dilaksanakan pada hari sabtu 26 Januari 2014, dewan ambalan berkumpul dua jam sebelum musyawarah dimulai. Saya (Tia) datang terlambat karena ada sesuatu yang harus diselesaikan sebelumnya, waktu saya datang ternyata disanggar baru ada Raihan, Widi, Vidha, Dega dan Prima. Mereka mulai menyelesaikan bahan untuk musyawarah ambalan hari ini. Ketika saya datang yang sedang mereka bahas adalah adat ambalan. Tak begitu lama setelah kedatangan saya, Widya dan Rizfa pun datang. Kami melanjutkan pembahasan tentang adat ambalan dan menyelesaikan laporan pertanggungjawaban pradana sampai pukul 13.55, setelah itu yang putra mengganti pakaian dan dilanjutkan putri yang mengganti pakaian. Sembari putri mengganti pakaian Prima mencari Mang Ade utuk meminjam kunci ruangan, tapi Mang Ade tidak ditemukan keberadaannya, alhasil saya membantu Prima untuk mencari ruangan yang tidak dikunci. Pertama kami mencari mang-mang yang lain dulu dirumahnya, tapi tidak ada mang-mang yang dirumah, selanjutnya kami menyusuri kelas-kelas untuk mencari kelas yang tidak dikunci. Hasilnya kami mendapatkan dua kelas yang tidak dikunci, satu kelas ada proyektornya tapi di ruangannya ada pesan titipan dari pemilik ruangan untuk tidak memindahkan posisi kain yang membentang dikelas tersebut, satu kelas lagi adalah kelas regular dengan kursi dan meja dari kayu tapi tidak ada proyektor. Saya dan Prima kembali ke sanggar untuk memanggil anggota ambalan agar musyawarah ambalan segera dimulai, awalnya kami membutuhkan proyektor agar musyawarah berjalan efektif, tapi karena di kelas yang ada proyektornya tidak bisa dipakai maka kami memilih kelas regular untuk digunakan dalam musyawarah kali ini.Tepat sebelum musyawarah dimulai Widyatri datang.

Musyawarah dimulai, acara di buka oleh Widi. Selanjutnya melakukan pemilihan pemimpin sidang sementara, Teh Santi mengajukan dua nama untuk menjadi pemimpin sidang dan sekretarisnya yaitu Dega dan Widya, semua peserta musyawarah menyetujuinya. Musyawarah sementara di pimpin oleh Dega dan Widya sebagai sekretarisnya. Sidang segera dimulai tapi tidak ada alat yang dijadikan sebagai palu sidang, saya dan Raihan mencari sesuatu yang bisa dijadikan palu sidang, kami mendapatkan paralon dan sambungannya lalu benda tersebut disepakati sebagai palu sidang. Agenda pertama membahas tentang tata tertib musyawarah ambalan, dari pasal pertama sudah ada revisi dari nama musyawarahnya, selanjutnya ada revisi dari dasar hukum yang djadikan acuan. Selanjutnya revisi lagi dari poin peserta musyawarah ambalan beserta haknya, perubahan juga dilakukan pada pasal “Kuorum” yang menyesuaikan dengan adat ambalan. Musyawarah ambalan dilanjutkan dengan pengesahan tata tertib musyawarah ambalan, dilanjutkan dengan penghitungan kuorum, dan alhamdulillah musyawarah ambalan ini memenuhi kuorum.Agenda selanjutnya adalah pemilihan presidium sidang, Raihan mengajukan Dega sebagai presidium sidang satu dan saya mengajukan Widya sebagai presidium sidang dua, pendapat saya dan Raihan disepakati dan ditetapkan. Jadi musyawarah ambalan kali ini dipimpin oleh Dega sebagai presidium satu dan Widya sebagai presidium dua. Musyawarah di skors selama 15 menit untuk melaksanakan sholat Ashar.

Presidium

Presidium

Musyawarah dilanjutkan dengan laporan pertanggungjawaban dari pradana Panduputra dan pertanggugjawaban dari pradana Nagagini. Laporan disampaikan oleh saya dan Widi. Inti dari laporannya adalah kegiatan di ambalan hanya berjalan efektif pada tahun pertama, sedangkan tahun selanjutnya tidak berjalan efektif  karena satu dan lain hal. Laporan pertanggungjawaban diterima dengan syarat harus melengkapi kekurangan seperti yang disampaikan oleh Kang Braja. Selanjutnya dilakukan pemilihan pradana ambalan Panduputra dan ambalan Nagagini periode 2014-2015. Saya mencalonkan Raihan untuk menjadi pradana, Kang Braja mencalonkan Raihan, Dega mencalonkan Raihan, Raihan mencalonkan saya. Dari dua calon tersebut dilakukan musyawarah dan peserta musyawarah sepakat menetapkan Raihan sebagai pradana Panduputra periode 2014-2015. Untuk pemilihan pradana Nagagini Vidha mencalonkan Rizfa, Rizfa mencalonkan Widi, Widi mencalonkan Vidha. Teh Santi, Widya dan Widyatri mengemukakan pendapatnya, suara mulai mengerucut dan peserta musyawarah menyepakati dan menetapkan Widi sebagai pradana ambalan Nagagini periode 2014-2015. Musyawarah kembali diskors karena terdapat kesalahan dalam agenda musyawarah, seharusnya sebelum penyusunan program ada pemilihan dewan ambalan dahulu. Musyawarah diskors selama 15 menit, pradana Panduputra dan pradana Nagagini menentukan dewan ambalan. Musyawarah dimulai kembali, keputusan pradana dikemukakan dalam musyawarah yakni ambalan Paduputra dipimpin oleh Raihan sebagai pradana, Tia dan Farhayn sebagai krani dan juru uang, Dega dan Prima sebagai juru giat dan juru alat, dan Febryan dan Raihan (merangkap pradana) sebagai juru adat. Ambalan Nagagini dipimpin oleh Widi sebagai pradana, Widya dan Mila sebagai krani dan juru uang, Rizfa dan Biyya sebagai juru giat dan juru alat, Vidha dan Widyatri sebagai juru adat. Untuk tamu penegak tugasnya sebagai dewan ambalan baru bisa dilaksanakan setelah menjadi calon penegak. Musyawarah dilanjutkan dengan penyusunan program kerja selama satu periode kepengurusan, secara keseluruhan progam ambalan Panduputra dan ambalan Nagagini dijadikan satu program. Setelah itu musyawarah ambalan ditutup oleh presidium satu.

Musyawarah Ambalan

Musyawarah Ambalan

Setelah musyawarah dilakukan foto-foto di depan sanggar, dilanjutkan dengan makan bersama, dan ngobrol-ngobrol cantik di sanggar tercinta.

Ditulis oleh: @AkangTia

Gerakan Pramuka Gugusdepan Kota Bandung 13007-13008 Panduputra-Nagagini Pangkalan SMP Negeri 13 Bandung.

Tagged with: , ,
Ditulis dalam Ambalan Nagagini, Ambalan Panduputra

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Sekali Memandu! Tetap Memandu!

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Bergabunglah dengan 3 pengikut lainnya

Arsip
Kategori
%d blogger menyukai ini: