Latihan Sabtu – Wood Ball

Tim Wood Ball

Tim Wood Ball

Setelah minggu lalu, belajar memasak Pudding Cake Africana dan Meringue, Latihan kali ini Sabtu, 18 Januari 2014 kami kembali berolahraga. Yaitu bermain Wood Ball yang berlokasi di Pusat Kesenjataan Kavaleri (PUSSENKAV) tepatnya di Lapangan depan Kwartir Ranting Lengkong. Kami berkumpul di sanggar pada pukul dua siang. Setelah menghubungi pihak Kwartir Ranting untuk meminjam peralatan dan izin menggunakan lapangan, kurang lebih pukul 3 sore Kang Raihan dan Kang Dega pergi ke lokasi untuk memastikan keadaan lapangan dan peralatan sambil menunggu hujan yang belum reda. Untungnya cuaca yang tadinya mendung kembali cerah meskipun udaranya masih dingin. Adzan berkumandang, kami (saya, Teh Santi, Teh Widya, Teh Widi, Prima dan Kang Braja) segera bergegas menuju masjid sambil menunggu Kang Raihan dan Kang Dega kembali ke sanggar. Akhirnya kang Raihan dan Kang Dega kembali. Kami membuka latihan sekitar pukul 14.16 yang dibuka dengan upacara pembukaan. Berhubung pada saat itu Kang Raihan dan Kang Dega belum menunaikan Shalat dan kami harus segera pergi menuju lokasi maka, Kang Dega dan Kang Raihan memberikan kunci motor mereka agar kami bisa pergi terlebih dahulu. Saya, bersama Teh Widya, Teh Santi, Teh Widi, Encep dan Prima pergi menuju Kavaleri.

Setibanya di lokasi, Teh Widya, Encep dan Teh Widi harus kembali ke sanggar untuk menjemput Kang Braja, Kang Raihan dan Kang Dega. Saya, bersama Prima akhirnya mengambil peralatan terlebih dahulu atas saran Teh Santi. Lalu, Teh Santi menyuruh kami untuk mulai lebih dulu dan belajar mengenai peraturan dan teknik bermainnya. Sesampainya rombongan kedua, kami bersiap untuk memulai permainan. Kami membentuk 3 kelompok. Tim 1 terdiri dari Kang Braja, Kang Dega dan Prima. Tim 2 terdiri dari Saya, Teh Santi dan Teh Widi. Dan Tim 3 terdiri dari Kang Raihan, Encep dan Teh Widya. Permainan dimulai! Tim 1 menurunkan Prima sebagai pemukul pertama dan bola berhenti hampir diujung lintasan. Tim 2 menurunkan saya sebagai pemukul pertama beruntung bola berhenti tepat di tengah lintasan meskipun tidak jaraknya tidak melebihi bola tim 1. Tim 3 menurunkan Encep dan ia memukul bola melebihi bola Tim 2.

Lapangan Wood Ball

Lapangan Wood Ball

Giliran demi giliran pun berlalu kami semua sudah dekat dengan hole gate pertama. Tim 1 sudah lebih dulu mendekatkan bola dengan hole dan disusul Tim 3. Tim saya berada di posisi yang lumayan dekat dengan hole namun tetap masih dibelakang bola bola yang lainnya. Satu persatu tim mencoba untuk memasukkan bola ke hole namun, gagal. Giliran Tim 2 pun tiba. Tim 2 yang tidak lain pemukulnya kali ini adalah saya sendiri. Saya mengukur dan berharap bola ini menggelinding melewati hole. Seruan-seruan mengganggu seperti “keluar ini mah..” Atau “out pasti..” Terdengar ketik saya hendak memukul bola. Namun, keberuntungan berpihak pada Tim 2 bola menggelinding tepat sasaran dan melewati hole. Tim 2 memenangkan permainan di gate pertama dengan total 9 pukulan.

Malet dan Bola

Malet dan Bola

Setelah Tim 2 berhasil tim lainnya masih terus berlomba untuk memasukkan bola ke hole. Seorang ibu-ibu yang kebetulan memang sedang bermain juga menghampiri kami dan mengajarkan kami teknik nya. Mulai dari teknik mengarahkan dan memukul. Kami mencoba mengarahkan dan memukul satu persatu. Setelah semua Tim akhirnya berhasil memasukkan bola ke hole. Kami pun mengulangi permainan masih tetap di gate 1. Dengan panduan dari ibu tadi kami bermain kembali. Pukulan kami semakin terarah berkat teknik yang di ajarkan ibu itu. Di tengah lintasan ibu itu pun akhirnya kembali bermain dengan kelompoknya dan membiarkan kami bermain sendiri. Sampai di giliran Tim 3 yang pemukulnya adalah Teh Widya. Teh Widya bersiap memukul dengan ancang-ancang dan……ya! Kejadian yang tidak diduga terjadi. Bola tidak terpukul oleh mallet:( namun kejadian itu sontak membuat kami semua tertawa hebat. Permainan dilanjutkan. Sampailah kembali kami diujung lintasan. Sekarang giliran Tim 1 tiba. Bola yang tadinya di pukul oleh Kang Dega sempat keluar dari lapangan kini sudah nyaris masuk ke dalam hole dengan jarak dan arah yang strategis. Kang Braja yang saat itu mendapat gilirannya memukul terlihat fokus mengarahkan dan mengambil ancang-ancang memukul dan…masuk! Permainan kedua dimenangkan oleh Tim 1. Giliran kami Tim 2. Entah kenapa Tim kami kehilangan kekuatannya, bola selalu keluar dari lapangan. Dan itu membuat tim kami sering terjenap penalty. Kini giliran saya dari tim 2 kembali memukul bola namun keberuntungan tak lagi berpihak bola menggelinding keluar lapangan. Tim 3 sudah bersiap. Mengambil ancang-ancang dan…gagal! Kembali Tim 2 kali ini Teh Widi yang mendapat giliran. Setelah bersiap memukul dan shoot! Bola hanya sedikit bergerak maju. Tim 3 sudah bersiap kembali dan masih gagal juga. Kembali Tim 2 bersiap kli ini Teh Santi memukul. Dan bola terlempar jauh namun keluar dari lapangan. Tim 3 melanjutkan dan masuk! Kali ini Tim 2 tidak bisa mempertahankan peringkatanya setelah usaha yang cukup lama akhirnya bola pun berhasil melewati hole.

Permainan kembali berlangsung di Gate 2. Permainan yang semakin seru dan semakin menarik dimulai. Arah para pemain pun sudah mulai bisa terkendali. Sampai akhirnya di Gate ke dua ini, sudah mencapai lintasan akhir mendekati hole. Jarak bola bola sudah mulai berdekatan. Tim 3 mendapat gilirannya kali ini. Teh Widya yang mendapat giliran memukul bersiap, namun tetap gagal. Tim 1 yang sedari tadi sudah berusaha agar kembali menjadi yang pertama mulai bersiap melempar ke arah hole dan…gagal! Bola malah keluar dari lapangan. Teh Santi pemukul yang selanjutnya dari Tim 2 bersiap mengarahkn ke hole menembak dan…..masuk! Tim 2 memenangkan permainan ke tiga ini.

Berhasil Masuk

Berhasil Masuk

Permainan yang semakin seru berlanjut di Gate 3. Karena Tim 2 memenangkan permainan terakhir maka Tim 2 yang pertama kali memukul. Saya mendapat giliran pertama. Pukulan tidak terlalu mulus karena kurang jauh.  Lalu dilanjut oleh Tim 3 yaitu Encep. Pukulan yang lumayan jauh mendahului Tim 2. Tim 1 pun tak mau kalah dengan pukulan Prima yang jauh melebihi kedua Tim dibelakangnya. Di akhir lintasan Tim 2 yang sedari tadi memang tertinggal kembali menyusul. Namun Tim 3 dan Tim 1 tetap lebih unggul. Dan masuk! Siapa itu? Ternyata itu Tim 1 yang berhasil melewati hole Gate 3 dengan 5 pukulan saja. Disusul oleh Tim 3 menyusul keberhasilan  melewati hole dengan 7 pukulan. Disusul Tim 2 menyelesaikan permainannya dengan 9 pukulan.

Setelah selesai permainan keempat kami berfoto dulu dan menjumlahkan  score. Tim 1 dengan score 41 berada di peringkat ke-3. Tim 2 dengan score 38 berada di peringkat ke-1. Dan Tim 3 dengan score 47 berada di peringkat ke-2. Setelah itu Teh Santi mengajak kami untuk bermain sekali lagi. Kami kembali ke Gate 1. Permainan pun berlanjut! Tim 1 memulai permainan dengan pukulan mulus. Tim 3 menyusul dengan pukulan keras dari Encep. Dan Tim 2 yang menurunkan Teh Santi sebagai pemukul berhasil mengeluarkan bola dari lapangan dengan pukulan keras. Karena ini merupakan permainan terakhir ada Tim yang semangat karena ingin memenangkan pertandingan dan ada pula Tim yang sudah kehilangan kemampuannya. Tim 1 dan 3 sudah jauh mendekati hole. Sedangkan Tim 2 yang tertinggal jauh malah semakin terhambat karena kami berbagi lintasan dengan ibu-ibu yang sedang bermain juga. Ternyata istirahat masih tidak membuat kami mengembalikan kemampuannya. Tim 2 terus menerus mengeluarkan bola keluar lintasan. Sedangkan di ujung sana Tim 3 sudah berhasil melewati hole. Disusul oleh Tim 1. Dan Tim 2.

Papan Score

Papan Score

Berakhirlah permainan hari itu dengan score akhir:
Peringkat pertama dimenangkan Tim 1 dengan total score 51
Peringkat kedua dimenangkan Tim 2 dengan total score 57
Peringkat ketiga dimenangkan Tim 3 dengan total score 60

Setelah bermainan kami langsung berkemas dan kembali ke sanggar. Saya yang tiba lebih dulu bersama Kang Raihan tidak melihat siapa siapa di sanggar. Akhirnya kami menunggu yang lainnya datang. Setelah satu persatu anggota terkumpul, kami pun menutup latihan hari itu dengan upacara penutupan.

Peraturan Permainan Wood Ball: http://iwbf-woodball.org/

Ditulis Oleh: @abiyyafajriati
Foto Oleh: @madraihan

Gerakan Pramuka Gugusdepan Kota Bandung 13007-13008 Panduputra-Nagagini Pangkalan SMP Negeri 13 Bandung.

Tagged with: , , , , ,
Ditulis dalam Ambalan Nagagini, Ambalan Panduputra, Latihan Rutin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Sekali Memandu! Tetap Memandu!

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Bergabunglah dengan 3 pengikut lainnya

Arsip
Kategori
%d blogger menyukai ini: