BCN (Braja Culinary Night)

Latihan Memasak

Latihan Memasak

Latihan rutin mingguan ambalan panduputra nagagini kali ini mengusung tema “memasak”. Latihan ini diadakan pada hari sabtu, 11 januari 2014 bertempat di rumah Biyya. Rencananya kami akan memasak Cake Pudding Afrikana dan Meringue (yang nantinya akan berganti nama).

Kebetulan, pada hari sabtu itu juga, di braga sedang diadakan Braga Culinary Night (BCN) untuk yang pertama kalinya. BCN akan diadakan setiap malam minggu menurut Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil. Karena latihan bertema memasak dan kuliner ini diusulkan oleh Kang Braja, juga bersamaan dengan Braga Culinary night, jadilah judul artikel ini Braja Culinary Night.

Paginya, sekitar pukul sembilan, Teh Widya dan saya mulai menjelajahi Pasar Palasari dan merambah Griya untuk membeli bahan-bahan. Setelah selesai, kami berdua kembali ke rumah masing-masing karena latihan baru akan diadakan sore harinya.

Sekitar pukul empat sore, kami semua berangkat dari sanggar menuju rumah Biyya. Namun sesampainya di gerbang rumah Biyya, kami tidak langsung masuk karena Biyya dan Wiwid pergi dulu ke minimarket sehingga anggota lain pun menunggu sang tuan rumah kembali. Akhirnya sang tuan rumah kembali dan kami pun memulai latihan kami. Tiba di dapur, kami langsung berbagi tugas. Ada yang menyiapkan oven, menimbang, memisahkan telur dan membuat adonan.

Persiapan

Persiapan

Pertama-tama, kami akan membuat cake untuk Cake Pudding Afrikana. Setelah semua bahan cake yang terdiri dari telur, gula, tepung, coklat bubuk, coklat pasta, emulsifier dan mentega leleh dimasukkan dan adonan terlihat memuaskan, adonan lalu dituang ke loyang yang sebelumnya sudah dialasi kertas roti dan dimasukkan ke oven. Sambil menunggu cake matang, kami melanjutkan dengan membuat adonan meringue dengan mencampur putih telur, gula, garam, maizena, vanili dan cuka. Meskipun cuka yang dimasukkan sedikit, tapi bau cukanya tidak sedikit. Saat adonan sudah mulai kaku, adonan dituang ke loyang beralas kertas roti dan dibentuk lingkaran-lingkaran.

Cake pun akhirnya matang, namun adonan yang tadinya terlihat menjanjikan, ternyata tidak menepati janjinya. Cake yang sudah jadi ternyata sangatlah tipis, sehingga sulit untuk dibelah dua. Kami melanjutkan dengan menaruh loyang meringue di oven dan menunggu selama satu jam. Karena cake sudah matang, kami membuat pudding dan memotong-motong buah. Lalu pudding dicampur putih telur dan buah, kemudian dituang di atas cake, dan ditaruh di kulkas. Satu jam berlalu, meringue pun akhirnya dapat dikeluarkan, namun hasilnya cukup mengecewakan. Meringue yang harusnya keras malah lembek dan gosong dipinggir. Saat dicoba, meringue pun berubah nama menjadi meringis karena makannya sambil meringis hehehe. Namun hidup harus terus berjalan, adonan meringue yang belum dioven harus dioven juga.

Meringue Meringis

Meringue Meringis

Satu hal yang awalnya tidak terlalu indah ternyata dapat berubah menjadi indah. Cake Pudding Afrikana kami ternyata berakhir dengan baik. Namun sebelum semua makanan selesai, Wiwid harus pulang duluan karena sudah ditelfon pihak keluarga, berkuranglah jumlah anggota. Saat itu adzan maghrib berkumandang dan kami bersegera melakukan ibadah shalat maghrib. Meringue rombongan kedua pun selesai dan hasilnya tetap saja lembek dan gosong pinggirnya. Ternyata adonan meringue masih tersisa, sehingga harus mengoven sekali lagi. Adonan kali ini dibuat satu dan besar agar mudah. Oya, karena ada sisa telur, kami pun memutuskan untuk memasak telur dadar dengan cabai.

Akhirnya semua makanan sudah tersaji. Cake pudding afrikana, meringue, buah-buahan dan yogurt untuk topping meringue, pempek yang dibawa Encep, dan telur dadar. Meskipun meringue yang kami makan sudah ditambah yogurt dan buah, tetap saja membuat meringis dan rasa pahit di pinggirnya masih terasa. Kami pun makan dengan penuh perjuangan. Sambil makan, segala bentuk “da hirup mah…” bermunculan. Untung saja ada makanan lain sebagai penawar. Sebelum pudding habis, kami menyisihkan pudding untuk keluarga Biyya sebagai bentuk terima kasih karena sudah bersedia meminjamkan rumahnya untuk latihan kali ini.

Pudding Afrikana

Pudding Afrikana

Setelah telur, pempek, buah, sudah habis dan pudding tinggal sedikit, kami baru ingat sesuatu.

.
.
.
Meringue masih ada di oven!!!
Ternyata perjuangan masih belum selesai, bung! Mau tidak mau, kami pun melanjutkan perjuangan memakan meringue dengan yogurt sebagai penawarnya.

Semua makanan akhirnya benar-benar selesai dihabiskan. Kami melanjutkan malam itu dengan mengobrol. Tak terasa, jam sudah menunjukkan pukul delapan tiga puluh dan kami pun memutuskan untuk menyudahi latihan hari itu. Dengan berdoa sebagai penutupnya, latihan para jomblo kali ini pun resmi selesai.

 

Resep Cake Pudding Afrikana:
BAHAN:
CAKE:
8 kuning telur
2 putih telur
1 sdt cake emulsifier
70 gram gula bubuk
60 gram tepung terigu protein rendah
10 gram cokelat bubuk
100 gram margarin, lelehkan
1 sdm cokelat pasta
PUDING:
1 bks agar-agar bubuk warna putih
125 gram gula pasir
400 ml susu cair
2 Putih telur, kocok kaku
1 sdt esen leci
200 gram buah koktail kalengan, tiriskan airnya
CARA MEMBUAT CAKE PUDING AFRIKANA:
1.Cake: Kocok telur, emulsifier dan gula hingga putih dan mengembang. Masukkan terigu dan cokelat bubuk, aduk rata. Tambahkan margarine leleh dan cokelat pasta, aduk rata.
2. Tuang adonan dalam loyang persegi 22 x 22x 4 cm yang telah diolesi margarin dan dialasi kertas roti. Panggang dalam oven bersuhu 160 derajat celcius hingga matang. Angkat dan dinginkan. Belah membujur cake.
3. Letakkan satu bagian cake ke dalam loyang persegi.
4. Puding: Masak agar-agar, gula dan susu hingga mendidih. Angkat dan biarkan hangat kuku. Tuang adonan agar sedikit-sedikit dalam putih telur sambil aduk rata. Tambahkan esen leci, aduk rata. Tambahkan koktail buah, aduk rata.
5. Tuang adonan agar ke atas cake, biarkan hingga agar setengah mengeras.
6. Letakkan satu bagian cake lainnya ke atas agar-agar, dinginkan dalam lemari es.
7. Potong-potong dan sajikan

Untuk 20 Potong

Sumber Resep Pudding Afrikana: hobimasak.info

 

Resep Meringue

Bahan :

  • 6 butir putih telur
  • ½ sdt garam
  • 250 g gula kastor
  • 1 sdm tepung maizena
  • 1 sdt cuka
  • 1 sdt vanili bubuk
  • Kertas roti secukupnya

Topping :

  • Krim kental (UHT whipped cream), bisa diganti yogurt aneka rasa
  • Buah kiwi secukupnya
  • Buah strawberry secukupnya

Cara membuat :

  1. Panaskan oven 160. Siapkan kertas roti, letakkan di aas Loyang kue kering
  2. Kocok putih telur, garam, dan gula kastor dengan kecepatan tinggi sampai kaku (jika ujung mixer diangkat akan membentuk kerucut). Masukkan tepung maizena, cuka, dan vanili bubuk, kocok kembali dengan kecepatan sedang
  3. Ambil adonan dengan menggunakan sendok besar dan tuang ke dalam Loyang, bentuk lingkaran masing-masing dengan diameter 5 cm dan tinggi 2 cm. Ratakan dengan punggung sendok.  Lakukan hingga adonan habis.
  4. Panggang selama satu jam dalam oven.
  5. Penyajian : letakkan satu keping meringue di atas piring, beri krim kental atau yogurt, susun kiwi dan strawberry di atasnya. Sajikan.

Ditulis oleh Mila – @miladianh

Gerakan Pramuka Gugusdepan Kota Bandung 13007-13008 Panduputra-Nagagini Pangkalan SMP Negeri 13 Bandung.

Tagged with: , , ,
Ditulis dalam Ambalan Nagagini, Ambalan Panduputra, Kegiatan, Latihan Rutin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Sekali Memandu! Tetap Memandu!

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Bergabunglah dengan 3 pengikut lainnya

Arsip
Kategori
%d blogger menyukai ini: