SAAT NYA TIBA..

Setelah diskusi dengan Kepala Sekolah dan Wakasek Kesiswaan, program dan teknis pelaksanaan pun disepakati. Menjawab tantangan untuk tidak membuat siswa merasa terpaksa dan tertarik mengikuti wajib latih, langkah awal adalah membuat waktu wajib latih di dalam jam sekolah. Dengan demikian siswa tidak merasa harus meluangkan waktu khusus atau merasa waktunya terambil untuk mengikuti wajib latih. Langkah berikutnya adalah membuat sampul latihan yang menarik.

Wajib latih dilaksanakan setiap hari rabu di jam pelajaran ke .. setelah istirahat kedua. Tepatnya pukul 13.00 dan berlangsung selama 2 jam pelajaran (90 menit) hingga pukul 14.30. Pilihan hari latihan pada hari kerja (rabu, sesuai permintaan sekolah) menjadi kendala tersendiri. Pembina dan Penegak yang akan membantu wajib latih memiliki kewajiban utama, yaitu bekerja, sekolah, atau kuliah. Kendala diatasi dengan cara Pembina yang bekerja khusus pada hari rabu izin dari tempat kerja dan wajib latih di bantu oleh Penggalang kelas 8 dan 9. Penegak membantu di belakang layar. Keikutsertaan Penggalang kelas 8 dan 9 membawa hikmah tersendiri. Penggalang kelas 8 dan 9 yang selama ini acuh tak acuh dengan SKU dan kemampuan tekpram mereka, mau tak mau jadi terpacu untuk meningkatkan kecakapannya.

Jumlah Pembina yang minim terbantu dengan adanya sistem pasukan dan regu. Kami berharap tanpa jumlah Pembina yang ideal (1 pembina dan 2 Pembantu Pembina untuk setiap pasukan) latihan tetap bisa berjalan dan mencapai sasaran. Keterlibatan Penggalang kelas 8 dan 9 lebih banyak sebagai contoh pada saat latihan dan keseharian di sekolah.

Siswa tidak mengenakan seragam Pramuka, karena mereka hanya mengikuti wajib latih dan bukan menjadi anggota Pramuka. Berdasarkan data yang diberikan dari sekolah, jumlah siswa putra 217 dan putri 213. Mereka di bagi masing-masing kedalam 7 pasukan dan 28 regu. Kami menyiapkan syal sebagai ganti seragam, berfungsi untuk tanda pengenal dan keikutsertaan mereka dalam wajib latih. Warna syal yang digunakan berbeda untuk setiap pasukan.

Awal wajib latih tidak berjalan mulus, sempat tertunda 2 minggu dari waktu awal yang disepakati. Hal ini terjadi karena lambatnya koordinasi di intern sekolah, sehingga membutuhkan waktu 2 minggu untuk membuat semua pihak memahami adanya wajib latih ini. Efeknya adalah program yang telah disusun harus disesuaikan karena kami telah kehilangan 2 waktu pertemuan. Wajib latih ini dilaksanakan pada semester pertama dengan jumlah efektif pertemuan 13 dan sekarang menjadi 11 pertemuan.

Mensiasati agar latihan menjadi menarik, waktu latihan kami sebut kepada peserta wajib latih sebagai waktu bermain. Sesuai dengan usia Penggalang, bermain sambil belajar akan membuat suasana berlatih lebih menyenangkan. Warna yang dipilih untuk golongan penggalang pun adalah warna merah, mewakili kemeriahan dan semangat. Saat latihan kami bermain dan diakhir latihan sedikit dikupas maksud dari permainan kemudian para peserta pulang dibekali hand out materi.

Dana yang dibutuhkan untuk pelaksanaan wajib latih bersumber dari iuran peserta wajib latih sebesar Rp. 5000 per bulan dan donasi. Iuran dipungut selama wajib latih berlangsung (September-Desember). Pertimbangan besaran iuran berdasar kebutuhan selama wajib latih berlangsung dan dalam jumlah yang memungkinkan peserta menyisihkan dari uang saku mereka. Dana yang terkumpul seluruhnya kembali ke peserta dalam bentuk syal, SKU, bendera regu, agenda regu, dan hand out  materi latihan.

Latihan pertama berlangsung tanggal 3 September 2013. Materi latihan adalah pembentukan regu, pasukan, pemilihan pemimpin regu , dan pembuatan agenda latihan. Pembentukan regu ini modal untuk latihan-latihan berikutnya. Kunci sukses wajib latih ada di pertemuan pertama. Teknis pembentukan regu dengan menggunakan dasa darma dari darma 1-8, setiap darma di tulis di kertas dan dibagikan pada peserta. Lalu setiap peserta mencari teman hingga terkumpul darma 1-8. Mengapa hanya 8? Karena jumlah orang dalam satu regu adalah 8 orang.

Sebelumnya kami telah menyiapkan nama regu dan pasukan. Setelah semua berkelompok 7-8 orang lalu di bagi nama regu dan pasukan. Selanjutnya pemilihan pemimpin regu di regu masing-masing. Setiap setelah latihan berakhir, pemimpin dan wakil pemimpin regu berkumpul (Dewan Galang) selama 30 menit. Membahas kesulitan dan masalah yang terdapat dalam regu atau selama latihan. Pertemuan Dewan Galang yang pertama ini menjelaskan apa tugas dan fungsi pemimpin dan wakil pemimpin regu.

Latihan pertama lancar dan sasaran tercapai. Menjadi catatan untuk latihan berikutnya adalah bagaimana mengumpulkan siswa lebih cepat agar waktu latihan tidak berkurang. Jumlah siswa yang tidak hadir pada latihan pertama ini adalah 8 putra dan 8 putri.

Gerakan Pramuka Gugusdepan Kota Bandung 13007-13008 Panduputra-Nagagini Pangkalan SMP Negeri 13 Bandung.

Tagged with: , , ,
Ditulis dalam Wajib Latih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Sekali Memandu! Tetap Memandu!

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Bergabunglah dengan 3 pengikut lainnya

Arsip
Kategori
%d blogger menyukai ini: