Lambang Gerakan Pramuka

lambang gpMengutip Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) arti kata lambang adalah sebagai berikut,

“lam·bang n 1 sesuatu spt tanda (lukisan, lencana, dsb) yg menyatakan suatu hal atau mengandung maksud tertentu; simbol: gambar tunas kelapa — Pramuka; warna biru ialah — kesetiaan; 2tanda pengenal yg tetap (menyatakan sifat, keadaan, dsb): peci putih dan serban ialah — haji; 3huruf atau tanda yg digunakan untuk menyatakan unsur, senyawa, sifat, atau satuan matematika; “
Lambang Gerakan Pramuka adalah tanda pengenal organisasi Gerakan Pramuka yang bersifat tetap. Lambang ini dibuat oleh R. Soenardjo Atmodipoerwo, penggiat Gerakan Pramuka yang sehari-hari bekerja di Departemen Pertanian.

Lambang Gerakan Pramuka berupa Silluete Tunas Kelapa. Pertama kali digunakan sebagai lambang Gerakan Pamuka adalah pada tanggal 14 Agustus 1961, ketika Presiden Republik Indonesia Ir. Soekarno menganugerahkan  Panji Gerakan Kepanduan Nasional Indonesia (Keppres No. 238 Tahun 1961).

Setiap lambang memiliki arti kiasan yang menggambarkan sesuatu yang dilambangkan oleh lambang tersebut. Tunas Kelapa dipilih sebagai lambang  Gerakan Pramuka dengan mempertimbangkan makna kiasan yang terkandung di dalamnya. Dengan harapan, setiap anggota Pramuka bisa memiliki sifat, nilai, dan norma seperti yang dikiaskan oleh Tunas Kelapa. Penjabaran tentang Lambang Pramuka ditetapkan dalam SK Kwarnas Nomer 06/KN/72.

Arti kiasan lambang Gerakan Pramuka adalah:

  1. Buah nyiur dalam keadaan tumbuh dinamakan cikal. Istilah cikal bakal di Indonesia berarti penduduk asli  pertama, yang menurunkan generasi baru. Jadi lambang buah nyiur yang tumbuh itu mengkiaskan bahwa setiap Pramuka merupakan inti bagi kelangsungan hidup bangsa Indonesia.
  2. Buah nyiur dapat bertahan lama dalam keadaan yang bagaimanapun juga. Jadi lambang itu mengkiaskan bahwa setiap Pramuka adalah seorang yang rohaniah dan jasmaniah sehat, kuat dan ulet, serta  besar tekadnya dalam menghadapi segala tantangan dalam hidup dan dalam menempuh segala ujian dan kesukaran untuk mengabdi tanah air dan bangsa Indonesia.
  3. Nyiur dapat tumbuh dimana saja, yang membuktikan besarnya daya upaya dalam menyesuaikan diri dengan keadaan sekelilingnya. Jadi lambang tersebut mengkiaskan bahwa setiap Pramuka dapat menyesuaikan diri dalam masyarakat dimana ia berada dan dalam keadaan yang bagaimana pun juga.
  4. Nyiur tumbuh menjulang lurus ke atas dan merupakan salah satu pohon yang tertinggi di Indonesia. Jadi lambang tersebut mengkiaskan bahwa setiap Pramuka mempunyai cita-cita yang tinggi dan lurus yakni mulia, jujur dan tetap tegak tidak mudah diombang–ambingkan sesuatu.
  5. Akar nyiur tumbuh kuat dan erat di dalam tanah. Jadi lambang tersebut mengkiaskan tekad dan keyakinan setiap Pramuka yang berpegang pada dasar-dasar dan landasan landasan yang baik, benar,  kuat dan nyata, ialah tekad dan keyakinan yang dipakai olehnya untuk memperkuat diri guna mencapai cita-citanya.
  6. Nyiur adalah pohon yang serba guna dari ujung atas hingga akarnya. Jadi lambang itu mengkiaskan bahwa setiap Pramuka adalah manusia yang berguna dan membaktikan diri dan kegunaannya kepada kepentingan tanah air, bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia  serta kepada umat manusia.

 

Setiap lambang tentunya memiliki arti kiasan yang berbeda. Semoga adik-adik dapat memenuhi cita-cita pembuat lambang Gerakan Pramuka, memiliki sifat, nilai, dan norma seperti Tunas Kelapa, berguna dari akar hingga ujung daunnya. Menilik pada arti kata lambang, menurut adik-adik, dapatkah tanda tangan disebut sebagai lambang bagi setiap pemiliknya?

Gerakan Pramuka Gugusdepan Kota Bandung 13007-13008 Panduputra-Nagagini Pangkalan SMP Negeri 13 Bandung.

Tagged with: , ,
Ditulis dalam SKU dan SKK

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Sekali Memandu! Tetap Memandu!

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Bergabunglah dengan 3 pengikut lainnya

Arsip
Kategori
%d blogger menyukai ini: