Latihan Pertama

Tanggal 25 Juli 2009, hari Sabtu, tepat pukul 13.00 WIB. Adik-adik penggalang bersiap-siap untuk melaksanakan Upacara Pembukaan Latihan. Seperti artikel saya sebelumnya walau upacara terkesan resmi dan membosankan bagi anak-anak, tapi itu sangat penting sebagai salah satu metode pendidikan dalam kepramukaan.

Apakah yang harus dilakukan pada latihan pertama? Tentunya perkenalan para anggota gugusdepan. Adik-adik penggalang yang telah lebih dulu menjadi anggota gugusdepan sangat antusias untuk dapat mengenal adik-adiknya yang baru, demikian juga sebaliknya. Memang kesulitan mendapatkan calon anggota dialami oleh setiap gugusdepan di Kota Bandung saat ini. Tetapi orang-orang terpilih itu tidak pernah banyak jumlahnya.

Selesai upacara pembukaan, mulailah dengan sedikit membahas upacara yang telah dilakukan, mengapa upacaranya angkare, mengapa upacaranya bisu, dan yang terpenting mengapa harus dibuka dengan upacara. Kemudian perkenalkan adik-adik kita sedikit mengenai perintah-perintah melalui peluit. Hal ini untuk memudahkan dalam mengatur adik-adik kita yang baru bergabung tersebut.

Awali dengan bernyanyi dan tepuk pramuka tentunya sangat baik. Nyanyian yang penuh gerakan tentunya, supaya adik-adik kita tidak malu-malu dan bisa lebih rileks menghadapi latihan pertama mereka. Materi latihan yang pertama tidak perlu berat, cukup perkenalan anggota gugusdepan, kemudian disambung dengan salam pramuka.

Karena latihan pramuka tidak boleh membosankan, maka permainan-permainan harus diadakan. Salah satu permainan favorit saya adalah “Hitam-Hijau”. Praktis dilakukan dimana saja, kapan saja, dan tidak membutuhkan peralatan apa-apa.

Permainan dimulai dengan membuat pasukan berbaris dalam 2 banjar yang panjang. Semakin banyak jumlah anggota, semakin seru permainan. Lapangan seluas lapangan basket sudah mencukupi untuk permainan ini. Bariskan adik-adik kita ditengah-tengah lapangan itu. Beri nama masing-masing banjar. Banjar 1 kelompok Hitam, dan banjar 2 kelompok Hijau. Kemudian, tentukan batas garis aman bagi masing-masing kelompok di tepi lapangan yang berbeda.

Permainan dimulai dengan masing-masing kelompok berdiri saling membelakangi ditengah-tengah lapangan. Misalkan kelompok hitam menghadap utara, dan kelompok hijau menghadap selatan. Tugas masing-masing kelompok sangat mudah, ketika Kakak Pembina meneriakkan kata “Hitam!” maka kelompok hitam harus berbalik dan mencoba mengejar serta menangkap anggota kelompok hijau. Kelompok hijau seketika berlari sekencang-kencangnya menuju ke garis aman. Begitu juga sebaliknya. Kemudian setiap anggota yang tertangkap harus keluar dari lapangan. Apabila semua anggota yang tidak tertangkap telah masuk garis aman, permainan dimulai lagi dari tengah-tengah lapangan.

Begitu seterusnya, kakak pembina dapat bergantian meneriakkan nama kelompok, hitam dan hijau, atau sedikit bercanda dengan kata-kata yang berawalan hi, seperti Hisap! Sehingga permainan ini juga sekaligus melatih konsentrasi adik-adik kita. Permainan berakhir ketika salah satu kelompok tinggal tersisa satu orang saja.

Selanjutnya penting juga kita mengenalkan satuan terpisah, serta sedikit mengenai pasukan dan regu kepada adik-adik kita yang baru. Dengan sistem sosial yang ada didalam Gerakan Pramuka, diharapkan adik-adik kita dapat belajar bermasyarakat dengan cara yang cerdas. Kenalkan juga tentang SKU (Syarat Kecakapan Umum), sebagai salah satu alat pendidikan kita, semangati mereka dengan kegiatan-kegiatan seru yang dapat mereka ikuti apabila mereka dapat segera menyelesaikan SKU itu dengan cepat.

Jangan langsung membagi adik-adik kita kedalam regu, karena regu itu hanya terdiri dari 5-8 anggota yang telah dilantik sebagai pramuka penggalang. Biarkan mereka menyelesaikan terlebih dulu tingkatan SKU yang pertama (SKU Penggalang Ramu), baru mereka diperbolehkan untuk menjadi anggota regu.

Akhiri latihan pertama kita dengan upacara penutupan, dalam amanat sampaikan sedikit mengenai rencana kegiatan besar yang terdekat. Selesai upacara pastikan para pemimpin regu dan wakil pemimpin regu berkumpul dalam dewan pasukan penggalang.

Kumpul dewan pasukan sangat penting, walau hanya 5 menit saja. Inilah waktu bagi para pembina mendapatkan informasi-informasi mengenai keadaan regu-regu dan pasukan yang kita bina. Kumpul dewan pasukan juga mendidik adik-adik kita tentang kepemimpinan, karenanya berharga untuk diadakan setiap minggunya.

Percayalah semua yang saya lakukan diatas itu hanya membutuhkan waktu 2 jam saja. Pukul 15.00 WIB adik-adik kita sudah bisa pulang, atau melakukan aktifitas regu. Latihan pasukan tidak perlu lama, yang terpenting kita dapat memberikan kesan yang baik kepada adik-adik kita.

Selamat Berlatih!
Sekali Memandu! Tetap Memandu!

Gerakan Pramuka Gugusdepan Kota Bandung 13007-13008 Panduputra-Nagagini Pangkalan SMP Negeri 13 Bandung.

Tagged with:
Ditulis dalam Latihan Rutin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Sekali Memandu! Tetap Memandu!

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Bergabunglah dengan 3 pengikut lainnya

Arsip
Kategori
%d blogger menyukai ini: