Hayu Latihan Sabtu!

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Mudah-mudahan adik-adik belajar banyak dari setiap Latihan Sabtu. Walau hanya sebentar, tapi prinsip-prinsipnya semoga bisa nempel.

Dari awal latihan, kita berkumpul membentuk angkare. Berbaris satu saf membentuk huruf U. Angkare ini perlambang adik-adik ketika memasuki usia Penggalang sudah mulai terbuka pemikiran-pemikirannya. Berbeda dengan Siaga yang berkumpul membentuk lingkaran, melambangkan mereka masih terpusat kepada bunda/yandanya.

Latihan selalu dimulai dengan upacara dan berdoa. Di pertemuan berikutnya kita akan berlatih membuat tiang bendera dan upacara pasukan penggalang. Tentu bentuknya berbeda dengan upacara rutin hari Senin di sekolah. Upacara pasukan penggalang itu hening, hanya ada instruksi sedikit saja.

Selesai berkumpul, adik-adik mendapatkan materi yang dicatatkan di buku merah-putih. Buku merah-putih dan SKU adalah nyawa kedua adik-adik di Pramuka, jagalah dengan sepenuh hati. Ayo siapa yang belum mulai mengujikan SKU-nya? Semua kegiatan Pramuka syaratnya adalah ketuntasan SKU. Ayo semangat tingkatkan kecakapanmu!

Kegiatan di alam terbuka, yang menantang, adalah ciri khas kegiatan Pramuka. Karena kita tinggal di perkotaan, maka minimal kita bisa melakukan jelajah kota. Mengenal lebih dekat Kota Bandung tercinta.

Dengan kegiatan di luar kelas, fisik adik-adik akan terlatih. Begitu juga dengan indera adik-adik. Berlatih meningkatkan kesadaran akan lingkungan tempat dirimu berada, awas saat ada bahaya, berlaku sopan saat bertemu orang lain, serta menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan. Adik-adik pun berlatih mengenal arah, mengenal jalan-jalan yang dilalui, dan tahu apa yang harus dilakukan saat tersesat.

Namun yang utama dari kegiatan di luar adalah semangat regu dan pasukan. Saat berjalan bersama dengan teman-teman. Saling membantu dan saling mengingatkan. Berdiskusi, bercanda, dan makan-makan bersama regu/pasukan selalu menyenangkan.

Hari ini adik-adik melihat langsung, bagaimana kondisi Sungai Cikapundung di tengah kemarau panjang. Lalu bagaimana kebersihan dari daerah aliran sungai tersebut. Adik-adik juga melihat bagaimana kehidupan warga yang hidup di tepian Sungai Cikapundung.

Ternyata masalah sampah ini sangat pelik. Sampah-sampah yang kita hasilkan turut serta mengotori sungai yang menjadi sumber utama PDAM Kota Bandung. Maka kurangilah makanan berkemasan plastik, karena walaupun kita sudah membuangnya di tempat sampah, tapi adik-adik harus ingat, bahwa sampah plastik itu tidak akan terurai bahkan setelah ratusan tahun. Jadi bayangkan, kalau adik-adik banyak jajan pakai plastik, setelah adik-adik meninggal dunia, maka adik-adik tidak akan bisa meninggal dengan tenang, karena sampah adik-adik tersebut tidak terurai selama ratusan tahun.

Oleh karena itu, kakak senantiasa mengajak adik-adik untuk membawa bekal makan dan minum sendiri. Karena kakak ingin kita dapat dengan utuh mengamalkan Dasadarma ke dua, Cinta Alam dan Kasih Sayang Sesama Manusia.

Selamat berakhir pekan! Sampai bertemu lagi di Latihan Sabtu berikutnya! 🙂

Tagged with: , , ,
Ditulis dalam Latihan Rutin, Pasukan Christina Martha Tijahahu, Pasukan Sam Ratulangi

17 Juli

lattu_juli2019

17 Juli 1967, 52 tahun yang lalu Gugusdepan Basis SMPN 13 Bandung resmi berdiri. Kala itu tentunya saya belum bergabung. Saya bergabung dengan Gugusdepan Pramuka SMPN 13 Bandung pada tahun 1995, saat saya duduk di kelas 2 SMP (sekarang setara kelas 8). Nomor gugusdepan pun sudah berubah. Dulu hanya dua digit saja, Gugusdepan 31 untuk putra dan Gugusdepan 32 untuk putri. Kemudian berubah menjadi 166-167, lalu berubah menjadi empat digit 1111-1112, dan terakhir menjadi 13007-13008. Angka 13 menandakan gugusdepan yang berada di wilayah Kwartir Ranting Lengkong (Kecamatan Lengkong), lalu nomor urutnya 007 untuk satuan putra, dan 008 untuk satuan putri.

Setelah menuntaskan masa penggalang, saya kembali melanjutkan kegiatan kepramukaan di SMPN 13. Masa penegak adalah masa yang menantang buat saya, karena panjang sekali waktunya, dari SMA hingga awal kuliah (usia 16-20 tahun). Tapi berkatnya saya belajar banyak sekali, khususnya mengenai bagaimana kehidupan berorganisasi, dan belajar memiliki keahlian yang hingga kini selalu menjadi penyelamat saya (mendesain dan mencetak buku).

Memasuki usia 20an, saya memutuskan untuk menjadi pembina, saya mengikuti Kursus Mahir Dasar, dan lalu lanjut Kursus Mahir Lanjut. Saya ingat waktu itu tahun 2006, saya lulus Kursus Mahir Lanjut golongan penggalang, sewaktu masih kuliah di jurusan Matematika Unpad. Tentunya banyak sekali pengalaman dari tahun-tahun saya membina di gugusdepan. Saya ingat satu masa harus membina satu angkatan (kurang lebih 200 orang), lalu juga pernah ada tahun-tahun tidak ada peserta didik yang menjadi anggota.

Melihat perkembangannya saat ini, saya seringkali khawatir, bagaimana kalau misal tidak ada yang bisa meneruskan kegiatan kepramukaan di SMPN 13? Bagaimana kalau sejarah gugusdepan yang panjang itu hilang begitu saja?

Karena dulu setelah lulus SMP lalu masuk SMA, maka anak-anaknya tetap kembali berlatih pramuka di 13. Adik-adik melanjutkan menjadi penegak, lalu pembina. Namun kini, karena di setiap SMA itu wajib ada pramuka, adik-adik jadi sulit untuk kembali ke 13. Akibatnya, sampai saat ini belum ada yang melanjutkan menjadi pembina pramuka di 13.

Walaupun demikian, saya sangat bersyukur, semua tetap mendukung kegiatan kepramukaan tetap berjalan di SMPN 13. Dari mulai kepala sekolah, wakasek kesiswaan, guru-guru, hingga penjaga sekolahnya. Kemudian para mantan anggota yang senantiasa mendukung, dan terakhir tentu saja adik-adik terkasih, yang setiap Sabtu, rela menghabiskan waktunya, berlatih dan bermain bersama, antusias dan penuh semangat! Tidak peduli yang hadir latihan banyak ataupun sedikit. Terima kasih, semoga Gudep KB 13007-13008 dapat terus menumbuhkan tunas-tunas bangsa.

Sekali memandu! Tetap memandu!

13007-13008!
Tidak takut salah
Tidak takut kalah
Tidak takut jatuh
Tidak takut mati
Takut mati jangan hidup
Takut hidup mati sekalian

Tagged with: , , , ,
Ditulis dalam Latihan Rutin, Pembina, Sejarah

Mendesain Hidupmu

Oleh Braja Santika

puntang 2013

Puntang, 2013

Pernah gak sih kamu coba ingat-ingat lagi, dulu waktu pas masih SD cita-cita kamu apa? Apakah sekarang berubah atau masih sama cita-citanya?

Saya ingat, dulu waktu SD cita-cita saya ingin jadi profesor, terus pengen jadi dokter. Terus masuk SMP berubah pengen jadi penulis, pemusik, bikin film animasi, programmer.

Sagala rupa cita-cita teh, tapi pas masuk SMA, terus kudu milih kuliah, kenapa jadi aneh ya?

Kenapa dunia nyata teh gak seru, lebih banyak ngeboseninnya.

Ngeliat ayah saya sendiri, kerjanya gitu aja tiap hari. Pergi subuh, duduk di kantor, pulang sore, terus kerja sampingan, dagang, pulang malam, tidur, terus besoknya gitu lagi.

Ada kadang tugas ke luar kota atau ke luar negeri, tapi kan itu teh kerja bukan jalan-jalan.

Ada istirahat hari Sabtu-Minggu, tapi kan mesti ngurus anak-anak. Mangkaning anak-anaknya ada lima orang.

Mungkin ngebosenin teh, kalau gak ada tujuan hidup kali ya? Kalau punya mah pasti lebih semangat.

Nah, ini bahasan yang menarik nih… Bagaimana kita bisa mendesain hidup kita? Kan dibilang semua sudah diatur oleh Allah SWT, jadi kita mah tinggal jalanin aja, gak perlu repot-repot.

Tapi serunya dimana coba?

Lahir, makan, minum, sekolah, pergi, pulang, sekolah lagi, jalan-jalan, sekolah lagi, kuliah, kerja, kawin, punya anak, ngurus anak, ngawinin anak, kerja lagi, pensiun, naik haji, sakit, meninggal.

Kan seru kalau di semasa hidup sempet keliling dunia, bertemu orang-orang dan datang ke tempat-tempat unik, mencoba segala macam makanan dan minuman, terus bisa ngewarisin banyak buat keluarga.

Nah, masalahnya rejeki dan sukses itu beda-beda buat tiap orang. Menurutmu sukses itu seperti apa?

Tiap hari kita berdoa, meminta kebaikan di dunia dan di akhirat. Tapi kebaikan yang seperti apa yang kita minta teh?

Karena semua itu ada harganya.

Masihkah kamu bermalas-malasan?

Masihkah kamu menunda-nunda pekerjaan?

Masihkah kamu lebih milih jajan daripada menabung?

Masihkah kamu lebih milih scrolling medsos daripada baca buku?

Di waktu liburan sekolah yang tinggal 3 minggu lagi, kamu sudah mempersiapkan apa?

Sayangnya di Indonesia mah, pendidikan itu belum menjamin kamu bisa sukses. Tapi di negara lain juga gitu sih, walaupun peluang untuk dapat suksesnya lebih gede kalau di negara lain mah. Saya pribadi lebih banyak dapat ilmu yang bermanfaat itu di luar sekolah, seperti di pramuka dan di organisasi lainnya.

Jadi balik lagi ke kita sendiri. Mau hidup yang seperti apa?

Rencanakan dengan baik, tapi yang lebih utama, jalanin rencananya.

Seperti motto seorang pandu: Be Prepared. Senantiasa Bersedia.

Tagged with: ,
Ditulis dalam Pembina

Kemah Regu di Gunung Puntang

Sabtu, 16 Desember 2017

Sore hari sekitar pukul 4 atau setengah 5

Berkabut putih tebal

Blok A5 Buper Gunung Puntang

Lima orang penggalang akhirnya memutuskan berangkat berkemah

Ken, Indra, Seruni, Raisha, Nafa, anggota Regu Kumbang Tanduk dan Regu Lavender

Saat ini mereka sedang eksplorasi dan hunting foto. Ada cukup banyak tempat menarik untuk dieksplor, walaupun sayang menurut penjaga, Puncak Mega dan Curug Siliwangi tidak bisa didatangi karena rawan longsor.

==================

Persiapan dimulai pukul 08:00 di sanggar 13. Baru ada 3 orang saat saya tiba. Nafa ditemani neneknya, lalu ada Indra dan Raisha. Setelah ngobrol sebentar bersama neneknya Nafa, Ken datang, lalu kami pun mulai cek perlengkapan. Dan ternyata Regu Kumbang Tanduk yang hanya berdua mereka hanya bawa tas isi baju saja plus makanan roti dan snack. Bahkan alat masak pun tidak bawa. Berbahaya 🙂

Walaupun hanya kemah satu malam tapi peralatan tetap harus lengkap. Untungnya saya ada tenda dan parafin jadi nanti bisa dipakai bersama. Tinggal belanja beras, telur, dan bumbu. Saya minta mereka belanja dulu ke Pasar Palasari.

Tak lama Seruni datang. Regu Lavender mah lumayan peralatannya lengkap. Karena ayahnya Seruni juga ikut (bakal jauh-jauh katanya nanti tendanya, hehehe), jadi peralatan kemah Regu Lavender aman.

Saya minta Regu Lavender pergi carter angkot Banjaran-Tegalega. Berangkatlah mereka semua, tinggal saya sendiri. Tak lama ibunya Seruni datang, ia menitipkan 1 gas hi-cook untuk kompor portabel, lalu pergi lagi.

Tiba-tiba ada message line, “Kang angkotnya PP minta 300.” “Oke.” Saya balas. Lalu muncul message lagi, “Kang, gak mau, minta 350.” “Boleh lah, masih masuk ongkosnya.”

Semua pun kembali ke 13.

Setelah anak-anak Regu Kumbang Tanduk mengambil wajan, spatula, dan tali dari sanggar, sebelum berangkat, kami berdoa, minta kelancaran dan keselamatan.
Read more ›

Tagged with: , , , , , , ,
Ditulis dalam Pasukan Christina Martha Tijahahu, Pasukan Sam Ratulangi, Perkemahan

Jelajah Kota

Latihan Sabtu – Jelajah Kota
11 November 2017

Sudut-sudut Kota Bandung menyimpan banyak cerita menarik. Bersama Regu Lavender dan Kumbang Tanduk, Latihan Sabtu kali ini adik-adik mencari lokasi-lokasi yang menarik menyusuri rute dari pangkalan SMPN 13 hingga ke Balai Kota Bandung. (Buah Batu – Karapitan – Lengkong Besar – Tamblong – Lembong – Merdeka)

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Tagged with: , , , , ,
Ditulis dalam Latihan Rutin, Pasukan Christina Martha Tijahahu, Pasukan Sam Ratulangi

Eksplorasi Cicalengka – Padalarang dengan KRD

Dua-an ge mahi. Perjalanan panjang hari ini dimulai dari 8:15 di Palasari. Menunggu angkot 23 (Cikudapateuh-Ciroyom), kami naik terus turun di Kosambi, tepatnya di kembang sepatu. Tampak dari para PKL yang jualan sepatu-sepatu kw.

Sampai di Stasiun Cikudapateuh, ternyata jadwal kereta yg terdekat adalah ke Cicalengka. Jadi kami putuskan ke timur dulu saja.

8:48 kereta tiba. Tepat waktu. Ketemu Farhan juga disana.

Di kereta adik-adik diminta untuk mencatat semua stasiun yang dilalui beserta ketinggiannya dari permukaan laut.

Cikudapateuh – Kiaracondong – Gedebage – Cimekar – Rancaekek – Haurpugur – Cicalengka…

Read more ›

Tagged with: , , , , ,
Ditulis dalam Kunjungan/Karyawisata, Latihan Rutin, Pasukan Christina Martha Tijahahu, Pasukan Sam Ratulangi

HUBUNGAN PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN DENGAN TRISATYA DAN DASADARMA PRAMUKA

SALAM PRAMUKA !!!

Sebelumnya perkenalkan nama saya Rifki Nur Priyansyah Rachman sebagai anggota regu Cave Lion. Saya akan menjelaskan mengenai hubungan pembangunan berkelanjutan dengan trisatya dan dasadarma pramuka.

Pembangunan berkelanjutan adalah program para pemimpin dunia dari PBB untuk menjadikan dunia menjadi lebih baik dengan menselaraskan antara kehidupan sosial, ekonomi, dan lingkungan. Pembangunan Berkelanjutan memiliki 17 tujuan yaitu:

  1. Pemberantasan kemiskinan
  2. peniadaan kelaparan
  3. kesehatan yang baik
  4. pendidikan berkualitas
  5. kesetaraan jender
  6. air bersih dan sanitasi
  7. energi bersih dan terjangkau
  8. kerja layak dan pertumbuhan ekonomi
  9. indrusti inovasi dan infrastuktur
  10. pengurangan kesenjangan
  11. kota dan masyarakat berkelanjutan
  12. konsumsi yang bertanggung jawab
  13. aksi perubahan iklim
  14. kehidupan bawah laut
  15. kehidupan di darat
  16. perdamaian dan keadilan
  17. kemitraan demi mencapai tujuan

Menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan mengamalkan Pancasila

ke -17 tujuan tersebut sangat berhubungan dengan trisatya dan dasadarma pramuka. Yang pertama adalah kewajiban kita sebagai umat muslim agar menegakkan keadilan dan hampir semua tujuan berhubungan dengan keadilan. Tentu saja juga ini merupakan bentuk pengamalan pancasila. Dan yang paling menonjol adalah pengamalan pancasila sila ke 2 dan ke 5.

Menolong sesama hidup dan mempersiapkan diri membangun masyarakat.

Poin ke dua dari trisatya diatas sangat berhubungan dengan semua poin tujuan dari Pembanguan Berkelanjutan. Jadi tujuan Pembagunan Berkelanjutan merupakan penjabaran dari trisatya poin ke dua ini

Menepati dasa darma

1. Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa

Sudah jelas hubungan antara tujuan dari Pembangunan Berkelanjutan dengan poin pertama dari dasa darma ini. Karena islam sudah dapat mencakup semua hal.

2. Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia

Poin kedua ini berhubungan dengan poin ke 1, 2, 6, 7, 13, 14, 15 dari tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Karena poin poin tersebut berhubungan dengan sosial dan lingkungan

3. Patriot yang sopan dan kesatria

4. Patuh dan suka bermusyawarah

Point keempat dari dasadarma ini berhungan dengan poin ke 16 dari tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Karena ketika kita bermusyawarah kita bisa menunjang terjadinya perdamaian

5. Rela menolong dan tabah

Ini berhubungan dengan poin ke 1, 2, 3, 10, 12, 16. Semua poin tersebut berbicara tentang sosial. Dan bagaimana kita harus berbuat adil terhadap kesemua orang.

6. Rajin, terampil dan gembira

Poin yang keenam ini berhubungan dengan poin ke 3, 4, 8, 9, dan 11 dari tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Karena jika kita rajin, dan terampil, disertai dengan hati yang gembira kita akan dapat menjaga kesehatan kita, atau dengan kerajinan itu kita dapat mendapat pendidikan yang tinggi atau dengan keterampilan dan pengetahuan kita, kita dapat mendapat kerja yang layak dan dapat berinovasi dan membuat kota serta masyarakat berkelanjutan

7. Hemat , cermat dan bersahaja

Nah poin yang ke tujuh dari dasadarma memiliki hubungan dalam tujuan Pembangunan Berkelanjutan dalam bidang ekonomi dan sosial seperti poin ke 1, 2, 3, 6, dan 7.

8. Disiplin, berani dan setia

Poin yang cukup menadasar sehingga merupakan poin yang penting untuk melaksanakan tujuan Pembangunan Berkelanjutan

9. Bertanggung jawab dan dapat dipercaya

10. Suci dalam pikiran perkataan, dan perbuatan

Poin 10 dan 11 merupakan landasan untuk melaksanakan tujuan Pembangunan Berkelanjutan, karena semua itu harus dijalankan dengan tanggung jawab.

Ternyata tujuan tujuan Pembanguan Berkelanjutan memiliki inti yang sama dengan trisatya dan dasadarma pramuka. Sehingga sebenarnya pramuka dari dulu sudah melaksanakan Pembangunan Berkelanjutan. Oleh karena itu ayo kita buat dunia menjadi lebih baik tanpa merusak dan mengurangi kesempatan generasi muda untuk berinovasi.

Tagged with: , ,
Ditulis dalam Pasukan Sam Ratulangi

Memecahkan Sandi, Jelajah Kota Bandung

Oleh Raisha Hayyunindita

Pada hari Sabtu tanggal 27 Agustus 2016, seperti biasa saya berangkat untuk melaksanakan latihan pramuka.

Setiap hari Sabtu saya memang melaksanakan latihan di Sanggar, tetapi sekolah dikunci saat itu dan saya pun tidak bisa masuk ke dalam Sanggar. Awalnya saya bingung jika tak bisa masuk ke Sanggar untuk melanjutkan latihan sebelumnya. Dalam hati saya bertanya, “Apa yang saya lakukan hari ini?”…. Tak lama kemudian beberapa teman saya datang, yuk kenalan! ada Kak Hanan, Kak Layla, Kak Aldi dan teman sekelas saya Seruni. Awalnya kami saling menanyakan apa yang akan kami lakukan hari ini tetapi pesan datang dari Akang, ya.. dia adalah kakak Pembina pramuka tetapi kami lebih akrab menyebutnya dengan sebutan Akang.

sandi 1

Pesan tersebut berbentuk sebuah sandi  “morse“, kami secepatnya memecahkan sandi tersebut, dan ternyata sandi tersebut menunjukkan bahwa kami diminta untuk menyiapkan kamera, buku dan alat tulis. Wah…. Kami sudah bisa menebaknya kalau hari ini kami akan jalan-jalan, karena tak biasanya Akang menyuruh kami untuk mempersiapkan peralatan sebelum Akang datang …..Hahaha….! Read more ›

Tagged with: , ,
Ditulis dalam Latihan Rutin, Pasukan Christina Martha Tijahahu, Pasukan Sam Ratulangi, Uncategorized

Perkemahan di Batu Kuda

Salam Pramuka!!!

Perkenalkan nama saya Ajrina Ahsan Yasya sebagai seketaris/kerani dari regu Anggrek. Kali ini saya akan bercerita tentang perjusami di Batu Kuda yang berlangsung tanggal 5-7 Juni 2015.

Pada H-3 semua perlengkapan regu sudah lengkap, tapi perlengkapan saya sendiri baru lengkap pada H-1.

Perkemahan dimulai hari jumat, kami kumpul di SMPN 13 BDG jam 14.00 WIB. Tapi, kami baru berangkat kurang lebih jam 16.00 WIB.

Untuk menuju ke Batu Kuda, kang Braja sudah menyiapkan angkot. Kebetulan regu saya satu angkot dengan regu Hiu, selama perjalanan ada yang mengobrol, bercanda, tidur, main hp, nyanyi, dan ada yang lagi galau juga.

Pukul 18.30 WIB kami sampai di Batu Kuda, lalu kami langsung diperintahkan untuk berbaris sesuai regu. Kemudian kami jalan ke tempat perkemahan dengan senter sebagai penerangan, sesampainya di sana kami dipersilahkan mencari tempat untuk mendirikan tenda. Karna kami sampainya malam hari, jadi kami kesulitan mendirikan tenda karena minimnya penerangan, akhirnya kami berbagi tugas. Ada 2 tugas yaitu, ada yang mendirikan tenda dan ada yang memegangi senter untuk penerangan.

Read more ›

Tagged with: , , , ,
Ditulis dalam Pasukan Christina Martha Tijahahu, Pasukan Sam Ratulangi, Perkemahan

Perkemahan di Batu Kuda

Pada hari Rabu (2 hari sebelum kemping) sesudah pulang sekolah aku dan reguku,yaitu anggrek belanja makanan dan barang-barang yang diperlukan untuk kemah nanti.Uang yang dipakai untuk membeli perbelanjaan regu diambil dari uang kas regu,karena uang kas regu sudah terkumpul dan teman-teman sudah melunaskannya.tetapi ada 1 orang yang tidak diperbolehkan oleh orangtuanya untuk berkemah,jadi yang ikut kemah 5 orang.Pada hari kamisnya sekolah diliburkan karena dipakai untuk tes SBMPTN.Pada hari itu aku menyiapkan keperluanku yang belum lengkap,sedangkan berang-barang dan bahan makanan regu dibagi-bagi membawanya.

Keesokan harinya,yaitu hari jumat aku dan anak pramuka lainnya pergi untuk berkemah,tetapi sebelumnya aku dan anak-anak pramuka sekolah,karena mau mengembalikan buku bos.semua anak pramuka yang ikut berkemah membawa tas yang gede dan sangat berat,tetapi tas aku dibawakan oleh ayahku,karena sangat berat heheh..jadi tempat sanggar pramuka dipenuhi oleh tas-tas yang gede dan berat.seharusnya kita pergi jam 2 siang,tetapi gatau karena apa,jadi perginya jam 4 sore.

jinan-1 jinan-2

Kita berangkat ke batu kuda menyewa angkot,dan reguku (anggrek)seangkot sama regu hiu.saat perjalanan menuju batu kuda,diangkot kami bernyanyi ,bercanda-canda dan diangkot juga kami bermain kartu…memang cukup rame seangkot sama regu hiu haha…

Read more ›

Tagged with: , , , ,
Ditulis dalam Pasukan Christina Martha Tijahahu, Pasukan Sam Ratulangi, Perkemahan

Sekali Memandu! Tetap Memandu!

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Bergabunglah dengan 1.322 pengikut lainnya

Arsip
Kategori