Lattu Memperingati Maulid Nabi dan Hari Baden Powell Jumat, Mar 5 2010 

Lattu hari ini bertema sesuai dengan judul yang telah tertera diatas. Ya. Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dan hari lahir Lord Baden Powell (ditulis oleh Widyatri salah satu anggota Regu Melati).

Kami para G7 disuruh dateng jam 7. Ya, tapi gara gara saya bangun jam setengah 7, jadi we rada telat. hehehe. Setelah saya sampai di depan gerbang sekolah, ternata sanggar masih dalam keadaan terkunci, sementara, di luar sanggar sudah terdapat Teh Widy, Teh putri, Arti, Biyya, Aas, Teh Rizqia. Huhhhuhu. Ternyata pembina belum datang. Jadinya saya menunggu diluar terlebih dulu.

Tak lama kemudian, Kang Braja datang bersama teh Santi. akhirnya kita bisa masuuk! (meni bahagia. haha) Setelah bisa masuk, saya, arti, dan biyya pun langsung memakai kaos regu yang sudah kita bikin kemaren. huhh.Ternyata masih harus dihairdryer dulu. Setelah itu, langsung deh dipake. Hehe. Tuh gera, si Lulu mah kakarek dateng. Jadi aja kudu pake acara lari larian segala. Hahahahaha.

Setelah semuanya siap, Kami pun disuruh buat apel pagi dulu. PIN UPnya saya lagi. haha. Walaupun rada ancur, tapi tak apa. Setelah apel selesai, saya bersama aji dipanggil pembina untuk diberikan clue. Clue yang pertama yaitu, “binatang ini sering membantu mengantarkan surat tapi dalam bahasa sunda.” Sayangnya, pada saat itu, saya sedang ngeblank, tiba tiba ga bisa bahasa sunda. Untung saja lulu bisa mengatasi masalah tersebut. Setelah acara pemberitahuan clue, saya bersama para kumel + Teh Putri langsung tancap gas ke arah Museum Geologi (itupun setelah kami mengira ngira nama jalan. Hahaha) Tas, kami pun akhirnya memutuskan untuk menaiki angkot Buah batu dulu setelah itu kami menaiki anngkot kelapa dago. Waw, kami sempat keriweuhan (bahasanyaaa) sama tongkat. Haha.

Setelah naek angkot kelapa dago, kami pun sempat kebingungan. Mau naik yang mana lagi ya? dan akhirnya, kami pun bertanya pada tukang angkot yang sedang ngetem. Akhirnya, sampailah kami didepan museum geologi dengan selamat sentosa. Oalah. Ternyata tugas kita belum selesai. Cluenya masih belum terpecahkan, akhirnya, kami pun berinisiatif untuk bertanya kepada mang mang penjual gorengan, eh, ternyata emang tersebut ga ngerti akan pertanyaan yang kita maksud, daripada ribut, mendingan kami pergi aja.

Akhirnya kita menemukan jalan JAPATI. (itu juga setelah bertanya pada bapak bapak yang sedang nongkrong di warkop). Yahh, Regu MP ternyata sudah sampai duluan, kelihatannya mereka sedang dijemur (kayak baju aja), ohoho, ternyata mereka dijemur gara gara harus nungguin kita. Setelah saya memberikan laporan, Teh Santi pun akhirnya memulai games sungai dan buaya. Cara memainkan game ini adalah kardus yang tadi sudah kita bawa dirobek, disusun memanjang, dan juga, semua anggota regu harus melewatinya, tanpa ada yang keluar dari area kardus. MP menang. Huuh. Ya sudah tak apa. Setelah itu, kami semua disuruh membuat sebuah kapal dari kertas. Ya walaupun rada aneh tapi jadi juga :D

Clue selanjutnya adalah Binatang yang jika ingin menarik lawan jenisnya suka melebarkan sayapnya dan menciptakan warna warna yang indah. Merak. Yep. Itu dia. Kami pun langsung menuju ke arah jalan Merak. MP sudah sampai terlebih dahulu. Oke. Seperti biasa. Saya laporan dulu. Setelah itu, kami disuruh menuliskan apa yang dirasakan dan juga menuliskan hikmah setelah bermain Sungai dan Buaya. Selesai juga. Tapi, tetap saja MP yang selesai duluan. Sabaaar, sabaaar…

Setelah dari jalan merak, kami pun bergegas ke Taman Lansia. Disana, penutup mata pun akhirnya dipakai juga.. Saya disuruh untuk menggiring anggota regu saya ke arah teh widy. Setelah sampai disana, saya pun memberikan laporan. Disini gamesnya adalah, mempercayai teman.Kami diajak berputar putar taman . Dan secara bergantian pula, salah satu dari kami menggiringnya. Yang paling ekstrim itu arti. dia mengajak kami semua ke arah sungai. Woow. Saya hampir saja jatuh karenanya. Arti, arti, ada ada sajaa..

Dan permainan ini pun akhirnya selesai dan Kami pun keluar sebagai pemenangnya (sotoy). Karena kami duluan selesai, kami pun langsung diberikan kertas berisi clue clue yang mengarah ke Museum Geologi. Dan woww. Banyak sekali pengunjung di hari itu. Kami pun akhirnya berdesak desakkan. Banyak sekali clue yang memusingkan, tapi akhirnya bisa terpecahkan. Dan woow, MP masih belum juga menyelesaikan clue tersebut. Ini kesempatan emas kami agar bisa sampai di sekolah terlebih dahulu. daaaan..

YAAAA! KAMI YANG SAMPAI DULUAAAN! haha. walaupun sempat kehujanan, tapi tak apa, waahoo!
Kami merayakan kemenangan ini dengan hujan hujanan di tengah lapangan. Memang menyenangkan sekali. Akhirnya kami bisa menang dari MP. hahaha. MP juga sempat kebingungan melihat kami basah kuyup. Setelah itu, Kami pun disuruh masuk ke dalam kelas. Disana, kami memeriksa jawaban jawaban dari clue yang sudah kami pecahkan tadi. Kumel salah 3. MP juga salah 2. heuheuheu.
Kami juga diminta untuk menyusun kata kata yang suda dipecahkan. dan hasilnya adalaah..

Beberes Sanggar Minggu, Feb 7 2010 

Hari minggu, tak seperti biasanya adik-adik berkumpul pukul 09.00 wib. Saat itu sanggar sedang dikosongkan, semua barang-barangnya dikeluarkan. Apa yang terjadi? Ya, minggu ini kita beberes sanggar. Seperti yang telah direncanakan pada Latihan Sabtu, para anggota pasukan berkumpul di hari minggu untuk gotong royong membersihkan dan menata ulang sanggar tercinta.

Regu Macan Pedang malahan telah bersiap dari pukul 06.30. Sambil menunggu yang lain datang mereka berolah raga dulu, lari pagi di sekitar pangkalan SMPN 13 Bandung. Setelah adik-adik cukup banyak yang hadir, dimulailah kegiatan gotong royongnya. Ada yang membersihkan inventaris, ada yang ngepel, membersihkan piala-piala, mengelap kaca, sampai memilah-milah arsip-arsip dan inventaris yang ada.

Regu Melati menutup kegiatan gotong royong dengan baik sekali, yaitu dengan menguji SKK memasak. Setelah lelah gotong royong, para pembina dan anggota pasukan makan bersama, hasil masakan Widi (anggota Regu Melati).

Untuk adik-adik semua, jangan lupa untuk selalu piket di sanggar sesuai jadwal yang telah disepakati, jagalah sanggar, karena sanggar adalah rumah kita yang kedua.

Ngaliwet! Senin, Des 28 2009 

Latihan Sabtu kali ini diadakan di Kiarapayung, Jatinangor. Temanya belajar membuat ‘nasi liwet’. Berikut tulisan karya Nada, selamat menikmati!

Pagi itu saya dan Nalla pergi bersama(Esti tidak ikut karena kebanjiran, monica jg tidak bisa hadir). Kami sampai di 13 pukul 06.06, terlambat 6 menit dari waktu yang ditentukan. Karena terjebak banjir, dan sebagainya. Ternyata masih ada yang belum datang. Karena sudah cukup lama menunggu dan masih ada juga yang belum datang, upacara pun dimulai pukul 06.19. Saat upacara berlangsung, Widya dan Tio datang.

Kami berbanjar sesuai regu setelah upacara selesai. Teh Santi memanggil para ketua regu. Kami diperintahkan untuk memasukkan semua barang ke tas, tidak menenteng apapun, dan semua harus sudah sarapan. Kami akan berangkat sendiri (tidak dengan pembina). Sambil menunggu beberapa orang sarapan, kami membicarakan tentang kendaraan yang akan kami gunakan, dan kami sepakat untuk menggunakan bis Damri.

Tidak lama, semua pun siap. Kami langsung berangkat dan menunggu Damri di depan PH. Sekitar 20 menit menunggu, dari kejauhan terlihat bis, dan setelah dekat ternyata itu bis Damri AC jurusan Dipatiukur-Jatinangor. Kami naik dan mengambil tempat masing-masing. Tidak lupa, kami juga membayar ongkos sebesar Rp. 4000,00 pada kenek yg menagihi kami. Saat itu saya merasa setelah kami naik, bis menjadi sangat ribut meskipun saya sendiri tidak berbicara. Perjalanan cukup lama, sehingga ada yang tidur, main hp, ngobrol. Sedangkan saya diam dan mendengarkan G7 yg putri mengobrol. Mereka membicarakan ‘KT’ yang awalnya saya juga tidak tahu siapa ‘KT’ yg mereka maksud. Tapi akhirnya saya tahu karena mereka berkali-kali melihat pada orang yg mereka bicarakan tersebut.
(lagi…)

Upacara Ulang Janji Sabtu, Agu 15 2009 

Sabtu ini latihan rutin Pasukan kita digeser jadi pagi hari. Pukul 09.00 WIB adik-adik Pasukan Sam Ratulangi dan Pasukan Christina Martha Tijahahu, sudah bersiap-siap untuk mengadakan upacara pembukaan latihan. Kegiatan latihan yang biasanya dimulai pukul 13.00 WIB diubah karena hari ini bukanlah hari biasa.

Satu hari sebelumnya Gerakan Pramuka genap berusia 48 tahun, tepatnya pada tanggal 14 Agustus 2009. Maka latihan pasukan kita kali ini adalah memperingati HUT Gerakan Pramuka tersebut. Walaupun kurang lengkap rasanya, karena beberapa anggota Gugusdepan tidak dapat menghadirinya. (lagi…)

Latihan Pertama Minggu, Jul 26 2009 

Tanggal 25 Juli 2009, hari Sabtu, tepat pukul 13.00 WIB. Adik-adik penggalang bersiap-siap untuk melaksanakan Upacara Pembukaan Latihan. Seperti artikel saya sebelumnya walau upacara terkesan resmi dan membosankan bagi anak-anak, tapi itu sangat penting sebagai salah satu metode pendidikan dalam kepramukaan.

Apakah yang harus dilakukan pada latihan pertama? Tentunya perkenalan para anggota gugusdepan. Adik-adik penggalang yang telah lebih dulu menjadi anggota gugusdepan sangat antusias untuk dapat mengenal adik-adiknya yang baru, demikian juga sebaliknya. Memang kesulitan mendapatkan calon anggota dialami oleh setiap gugusdepan di Kota Bandung saat ini. Tetapi orang-orang terpilih itu tidak pernah banyak jumlahnya.

Selesai upacara pembukaan, mulailah dengan sedikit membahas upacara yang telah dilakukan, mengapa upacaranya angkare, mengapa upacaranya bisu, dan yang terpenting mengapa harus dibuka dengan upacara. Kemudian perkenalkan adik-adik kita sedikit mengenai perintah-perintah melalui peluit. Hal ini untuk memudahkan dalam mengatur adik-adik kita yang baru bergabung tersebut.

Awali dengan bernyanyi dan tepuk pramuka tentunya sangat baik. Nyanyian yang penuh gerakan tentunya, supaya adik-adik kita tidak malu-malu dan bisa lebih rileks menghadapi latihan pertama mereka. Materi latihan yang pertama tidak perlu berat, cukup perkenalan anggota gugusdepan, kemudian disambung dengan salam pramuka.

Karena latihan pramuka tidak boleh membosankan, maka permainan-permainan harus diadakan. Salah satu permainan favorit saya adalah “Hitam-Hijau”. Praktis dilakukan dimana saja, kapan saja, dan tidak membutuhkan peralatan apa-apa.

(lagi…)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.