Kalau diperhatikan dunia pandu itu mirip dengan dunia penyihir Harry Potter. Dunia pandu itu sebuah dunia yang berbeda, memiliki aturan dan permainan yang berbeda. Sebuah dunia yang persaudaraannya begitu kuat. Para anggotanya disebut sebagai pandu, di Indonesia kita menyebutnya pramuka, dan para pandu itu saling menyapa dengan sebutan adik dan kakak.
Tidak semua anak dapat menjadi seorang pandu, hanya yang terpilih sajalah yang akhirnya dapat ikut masuk kedalam persaudaraan pandu sedunia. Untuk ikut bergabung bukan bakat penyihir yang diperlukan, tapi memiliki jiwa petualang yang menggelora, memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, serta ingin menjadi berguna bagi sesamanya.
Saya bergabung dengan pramuka ketika usia saya 13 tahun, saat itu saya duduk di kelas 2 di SMPN 13 Bandung. Seingat saya, saat itu saya masih lucu dan imut-imut. Memakai seragam putih-biru, rambut belah sisi, berkacamata bulat, kurus kering, tinggi hanya 150 cm, saya pasti tampak seperti seorang kutu buku. Tapi ternyata jiwa pandu yang ada di dalam, tertarik oleh kekuatan magis yang ada di Sanggar Pramuka pangkalan SMPN 13 Bandung.