Scout Indie Movie Award, Kwarda Jabar 2011 Rabu, Des 21 2011 

Akhirnya hasil penjurian awardnya, dibacakan!

Dari tiga Kategori:

1. Best Story
2. Best Editing
3. Best Movie

Hasilnya adalah, Gudep KB 13007-13008 Panduputra-Nagagini berhasil meraih award “The Best Movie”

Alhamdulillah, Hatur nuhun Gusti….

Judul Filmnya, “Hadiah untuk Negeriku”, menceritakan tentang Regu Macan Pedang, yang mencoba untuk memberikan sebuah karya untuk Negeri kita tercinta.

Sekali Memandu! Tetap Memandu!

Dunia Kepanduan yang Ajaib Jumat, Jun 3 2011 

Kalau diperhatikan dunia pandu itu mirip dengan dunia penyihir Harry Potter. Dunia pandu itu sebuah dunia yang berbeda, memiliki aturan dan permainan yang berbeda. Sebuah dunia yang persaudaraannya begitu kuat. Para anggotanya disebut sebagai pandu, di Indonesia kita menyebutnya pramuka, dan para pandu itu saling menyapa dengan sebutan adik dan kakak.

Tidak semua anak dapat menjadi seorang pandu, hanya yang terpilih sajalah yang akhirnya dapat ikut masuk kedalam persaudaraan pandu sedunia. Untuk ikut bergabung bukan bakat penyihir yang diperlukan, tapi memiliki jiwa petualang yang menggelora, memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, serta ingin menjadi berguna bagi sesamanya.

Saya bergabung dengan pramuka ketika usia saya 13 tahun, saat itu saya duduk di kelas 2 di SMPN 13 Bandung. Seingat saya, saat itu saya masih lucu dan imut-imut. Memakai seragam putih-biru, rambut belah sisi, berkacamata bulat, kurus kering, tinggi hanya 150 cm, saya pasti tampak seperti seorang kutu buku. Tapi ternyata jiwa pandu yang ada di dalam, tertarik oleh kekuatan magis yang ada di Sanggar Pramuka pangkalan SMPN 13 Bandung.

(lagi…)

Seleksi Pasukan Kawal Panji dan Lomba Wide Games di SMP Pasundan 3 Senin, Mei 16 2011 

Minggu yang melelahkan.

Tapi tentunya hasilnya sesuai dengan latihan yang dilakukan. Bagi adik-adik Penegak, kesempatan emas ada di depan mata, yaitu menjadi Pasukan Kawal Panji Gerakan Pramuka pada 14 Agustus yang akan datang di Jakarta. 6 orang Penegak, 3 orang dari Ambalan Panduputra (Aditya Hidayat, Muhammad Raihan, dan Tia Muhamad Reza), kemudian 3 orang dari Ambalan Nagagini (Julyestra Vidha Thashaar, Rizqia Fauziany, dan Widi Auliagisni), pergi untuk mengikuti seleksi yang dilakukan oleh Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Bandung pada hari Sabtu – Minggu, 7-8 Mei 2011.

Hasil seleksi tersebut meloloskan 4 orang, yaitu 2 orang anggota Ambalan Panduputra (Aditya Hidayat dan Muhammad Raihan), serta 2 orang anggota Ambalan Nagagini (Rizqia Fauziany dan Widi Auliagisni). Selamat kami ucapkan, jaga kesehatan sehingga dapat mengikuti seluruh rangkaian pelatihan sampai selesai.

Pasukan Penggalang pun Minggu, 15 Mei 2011 mengikuti Lomba Wide Games di SMP Pasundan 3 Bandung. Perlombaan diikuti oleh 55 regu, 22 regu putra dan 33 regu putri.

Regu Macan Pedang dan Regu Melati mewakili Gudep KB 13007-13008 untuk berlomba. Dengan latihan seadanya, tampaknya sulit bagi kedua regu tersebut untuk dapat menjuarai perlombaan. Pada akhirnya Regu Macan Pedang dan Regu Melati berhasil menjadi Juara Madya 2 (Harapan 2), Juara Umum diraih oleh Regu Melati dari Pangkalan Taman Siswa.

Kami para Pembina di Gugusdepan mengucapkan Terima Kasih yang sebesar-besarnya kepada perjuangan adik-adik, juga kepada orang tua adik-adik yang senantiasa mendoakan dan mengijinkan mengikuti kegiatan tersebut, hingga seringkali harus pulang malam.

Ayo kita terus berlatih dan meningkatkan kecakapan! Kita berjuang untuk Lomba Tingkat.

Tak ada regu yang terlatih, yang ada adalah regu yang selalu berlatih!

Penjelajahan Malam, 25-26 April 2011 Kamis, Apr 28 2011 

Senin-Selasa yang seru sekali.

Mengisi waktu liburan Ujian Nasional memang menyenangkan apabila diisi dengan kegiatan menarik di alam terbuka. Bersembilan, 4 penggalang putri, dan 3 penggalang putra, didampingi 1 orang pembina putra dan 1 orang pembina putri, kali ini sanggar mengadakan Penjelajahan Malam dengan rute Jayagiri – Tangkuban Parahu – Sukawana.

Pukul 16.00 berkumpul dan memeriksa perlengkapan perjalanan, setelah memastikan adik-adik semua telah diijinkan oleh orang tua, acara dimulai dengan berdoa memohon keselamatan. Kemudian adik-adik pun berangkat menuju terminal Ledeng, disana beristirahat sejenak sembari melaksanakan sholat Maghrib dan Isya.

Pukul 19.30 perjalanan dilanjutkan kembali, menggunakan kendaraan umum, hingga ke Jayagiri, Lembang. Beruntung sekali saat tiba di gerbang Jayagiri hujan telah reda, karena cuaca saat ini memang sedang tidak menentu.

Pukul 20.00. Setelah membayar tiket masuk Rp 4.000 / orang, adik-adik mulai berjalan memasuki kawasan Jayagiri. Mengikuti jalur pipa air, selangkah demi selangkah Jayagiri dilewati. Karena musim penghujan, rute pun jadi semakin menarik, gelap, licin, berlumpur, membuat adik-adik jatuh bangun untuk mendaki Jayagiri.

“Mengapa tidak boleh menggunakan senter? Kan gelap?” Salah seorang bertanya, Kakak jawab, “Karena itulah inti penjelajahan malam, kita berlatih menggunakan panca indra kita, melihat di dalam kegelapan, mendengar suara makhluk malam, dan merasakan angin berhembus melewati kulit.”

Rasa lelah, habis napas, serta kaki yang pegal karena jatuh berkali-kali akibat gelap dan licinnya rute Jayagiri – Tangkuban Parahu, tidak membuat adik-adik berhenti berjalan. Ntah karena memang masih bersemangat, atau karena takut ditinggal oleh Kakak.

Beberapa kali Kakak berhenti, untuk melihat situasi, karena cukup banyak perubahan yang terjadi dengan rute Jayagiri – Tangkuban Parahu, malam yang semakin gelap menjadikan lebih sulit untuk melakukan orientasi arah, tetapi tentunya tidak menjadikan halangan untuk menemukan jalan menuju Tangkuban Parahu. Ditemani hujan rintik-rintik akhirnya jalan menuju Tangkuban Parahu mulai terlihat.

Pukul 23.00 adik-adik memasuki wilayah Cikole, jalan besar terlihat, jalan menuju Shelter Tangkuban Parahu, rasa gembira dan semangat berkumpul kembali, karena telah berhasil menembus Jayagiri.

Pukul 23.30 adik-adik tiba di Shelter Tangkuban Parahu, setelah meminta ijin pada penjaga disana, langsung bersiap untuk makan malam dan beristirahat.

Walau bagaimanapun juga adik-adik tengah bermalam di wilayah orang lain, karenanya wajib untuk selalu menjaga sikap, menjaga kebersihan, dan mentaati peraturan setempat. Pukul 01.00 selesai makan malam, adik-adik pun mulai bergiliran korve.

Pukul 04.00 tak terasa datang, dinginnya Tangkuban Parahu harus dilawan, karena perjalanan masih sangat jauh. Satu per satu, adik-adik bergantian membersihkan diri, dan Sholat Shubuh. Pukul 05.00 langsung melanjutkan perjalanan menuju Kawah Ratu Gunung Tangkuban Parahu.

Pukul 06.00 adik-adik tiba di kawah, Kakak kumpulkan, lalu diberi tugas untuk mencari tahu ketinggian Gunung Tangkuban Parahu, mencari lokasi museum, juga mencari kayu untuk dijadikan tongkat untuk membantu perjalanan berikutnya.

Pukul 06.30 adik-adik sarapan, kemudian 07.00 kita melanjutkan perjalanan menuju puncak Gunung Tangkuban Parahu (Menara Petir). Dengan dibantu tongkat, satu per satu adik-adik mendaki Gunung Tangkuban Parahu. Adik Aji memimpin jalan, mencoba mencari rute yang paling aman untuk dilalui oleh teman-temannya.

Pukul 08.30 tibalah adik-adik di menara petir, menghirup segarnya udara pagi, dan melihat indahnya pemandangan, serta mendengarkan suara alam, membuat istirahat jadi menyenangkan. Perjalanan pun dilanjutkan. Pukul 09.00 kita tiba di tempat yang agak lapang, disana adik-adik dapat melihat jauhnya rute yang telah ditempuh.

Bagi regu Melati tentunya 26 April jadi momen yang tak terlupakan, karena adik Abiyya dan adik Widyatri dilantik menjadi Penggalang Rakit. Disaksikan oleh Gunung Tangkuban Parahu, sambil memegang Sang Merah Putih di dada, adik Abiyya dan adik Widyatri mengucapkan Trisatya. Semoga adik-adik semua dapat terus meningkatkan kecakapannya.

Setelah beristirahat cukup lama, perjalanan dilanjutkan kembali, menempuh jalan batu menuju perkebunan teh Sukawana. Sepanjang perjalanan, kakak perintahkan adik-adik untuk mencari buah arbei. Jangan sampai perjalanan adik-adik sia-sia karena tidak tahu hewan/tumbuhan apa saja yang tinggal di Gunung Tangkuban Parahu.

Cinta Alam dan Kasih Sayang Sesama Manusia. Bunyi Dasadarma yang kedua, jadikan panduan bagi adik-adik kala melakukan penjelajahan, jangan kotori alam kita sampah, A Scout Leaves Nothing but Thank You.

Mental regu adik-adik diuji dalam perjalanan pulang ini, apakah adik-adik mampu tetap gembira?

Pukul 12.00 telah tiba, tapi pabrik teh Sukawana masih belum terlihat, namun dengan sabar akhirnya perkebunan teh mulai tampak, dan setelah bertanya kepada petani teh, pabrik teh Sukawana pun akhirnya terlihat.

Pukul 13.00 adik-adik tiba di Sukawana. Tanpa membuang waktu perjalanan langsung dilanjutkan ke Vila Istana Bunga kemudian menuju Terminal Parongpong.

Menggunakan kendaraan umum, adik-adik melakukan perjalanan pulang menuju ke pangkalan. Pukul 15.00 tibalah adik-adik di pangkalan. Membawa segala macam kenangan.

Banyak hal yang Kakak harap dapat adik ambil pelajaran dari penjelajahan kali ini. Ingatlah selalu, setinggi apa pun gunungnya, sedalam apa pun lembahnya, segelap  apa pun guanya, selebar apa pun sungainya, sepanjang apa pun jalannya, jangan pernah menyerah, mulailah dengan satu langkah, lewati selangkah demi selangkah.

Sampai bertemu lagi di kegiatan sanggar berikutnya!

Hasil Akhir Lomba Tingkat I Sabtu, Jan 15 2011 

LT 1 selesai sudah.

Terima kasih kepada seluruh Penegak Ambalan Panduputra-Nagagini yang telah membantu kesuksesan acara ini.

Perolehan Nilai Akhir:
Regu Melati: 1113,14
Regu Edelweiss: 1010,92
Regu Macan Pedang: 1074,19
Regu Scorpion: 923,23

Selamat! Tingkatkan terus kemampuan adik-adik!

Halaman Berikutnya »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.